oleh

Melihat Dari Dekat Pelayanan Bupati Merauke Kepada Rakyat Diruang Kerjanya

Merauke, Suryapapua.com– Siang itu, jarum jam menunjukkan tepat pukul 10.30 WIT. Ratusan masyarakat sedang antri di lantai tiga Kantor Bupati Merauke.

Mereka berdesak-desakan mendaftarkan diri di staf Bupati Merauke, Florianus Senda untuk bersua atau berjumpa langsung dengan orang nomor satu di negeri ini.

Meskipun semua mempunyai hak masuk, namun kapasitas ruangan kerja bupati tak memungkinkan, sehingga dibatasi. Kuota yang masuk pun sesuai arahan bupati melalui sekretaris pribadinya,  Corneles M Upessy.

Deretan puluhan kursi berjejer di dalam ruangan kerja. Setelah tersusun rapi, satu persatu dipanggil namanya masuk. Lalu diarahkan mengambil posisi duduk. Sekaligus menunggu hingga pelayanan dilakukan.

Masyarakat sedang duduk antri di dalam ruangan kerja Bupati Merauke
Masyarakat sedang duduk antri di dalam ruangan kerja Bupati Merauke

Sementara Bupati Merauke, tak langsung melakukan pelayanan. Tumpukan surat-surat penting diatas meja kerjanya, harus dibaca, ditelaah sekaligus ditindaklanjuti dengan disposisi.

Kurang lebih stengah jam, Bupati Mbaraka tak kunjung angkat kepala. Sorotan matanya tertuju pada sejumlah surat yang sedang dipelajari. Sesekali ia (Bupati Mbaraka;red) memegang dahinya. Entalah, karena otak kecil yang terus bekerja, sehingga terasa lelah.

Setelah sejumlah dokumen ditandatangani, akhirnya pelayanan pun  dilangsungkan.

Dari pantauan Surya Papua, kemarin, hampir semua warga yang ingin bertemu, membawa map  dengan beragam permintaan.

Satu persatu diambil mapnya dan diserahkan ke Bupati Mbaraka. Lalu ia mulai mempelajari. Butuh waktu antara 5-10 menit dipelajari dan diteliti secara baik.

Rupanya beragam permintaan  itu mulai dari biaya melanjutkan pendidikan ke sejumlah perguruan tinggi di luar Papua, permohonan tiket untuk bepergian, biaya berobat dan lain-lain.

Masyarakat berdesak desakan mendaftar untuk bertemu Bupati Merauke, Romanus Mbaraka – Surya Papua/Frans Kobun
Masyarakat berdesak desakan mendaftar untuk bertemu Bupati Merauke, Romanus Mbaraka – Surya Papua/Frans Kobun

Usai membaca dan menelaah usulan, langsung dieksekusi. Lembaran disposisi itu terus disobek. Pena itu bergerak cepat diatas kertas warna putih polos tersebut. Tak diketahui apa yang ditulisnya. Tetapi dipastikan bahwa  oretan tangannya itu, ditujukan kepada instansi terkait agar ditindaklanjuti.

Bahkan ada warga meminta hanpdhpone maupun uang, dieksekusi di tempat. Uang dari dompetnya dikeluarkan sekaligus diberikan.

Ditengah pelayanan, gelak tawa pun terjadi. Sesekali Bupati Mbaraka bercanda dengan  warga, sehingga suasana pun terlihat sangat cair.

Namun, tatapan mata Bupati Mbaraka sesekali mengarah ke jam dinding. Karena waktu sudah siang dan  harus beristirahat sekaligus makan.

Pelayanan dilakukan kurang lebih dua stengah jam. Setelah semua  telayani dengan baik, Bupati Mbaraka bergegas dari tempat duduknya dan memilih pulang ke rumah makan siang.

Penulis : Frans Kobun

Editor    : Frans Kobun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *