oleh

Tatap Muka Dengan Ratusan ASN, Bupati Merauke Ingatkan Disiplin dan Kontinyu Masuk Kantor

Merauke, Suryapapua.com– Bertempat di auditorium kantor bupati Selasa (12/7), Bupati Merauke, Romanus Mbaraka melakukan pertemuan bersama seluruh aparatur sipil negara (ASN) termasuk pejabat dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Pertemuan selama kurang lebih dua jam itu, Bupati Mbaraka didampingi Wakil Bupati Merauke, H. Riduwan, para asisten dan juga staf ahli.

Dalam arahannya, Bupati Mbaraka mengatakan, sebagai pimpinan daerah, ASN harus disiplin dan rajin bekerja. “Kalian semua kenal baik saya. Sehingga tentu apa yang saya sampaikan , agar dijalankan secara baik ,” pintanya.

Dikatakan, pakaian coklat yang dikenakan sekarang, terkadang orang mengaggap remeh. Tetapi perlu dipahami bahwa kalian (ASN;red) makan-minum dari situ.

Jadi, lanjut Bupati Mbaraka, harus menghargai korps ASN. Jangan anggap remeh. Karena mencari NIP juga susah. “Coba kalian refkeksi kembali saat memasukan berkas, kalau tak dilayani baik, pasti kecewa dan marah. Tetapi begitu sudah lulus dan menjadi ASN, malas masuk kantor,” kritiknya.

Terkadang juga, ia melihat ASN dengan mengenakan pakaian dinas, duduk-duduk di pasar. “Sampai  saya bertanya dalam hati, kok bisa begitu merendahkan korps,” katanya.

Padahal, jelasnya, dari  ASN bisa makan, membiayai anak sekolah, biaya kesehatan dan kebutuhan lain-lain. Ini mestinya direnungkan secara baik-baik dimana posisi dan tempat  ketika berpakaian dinas.

“Saya ingin mengatakan bahwa kalau kalian kuat berdoa dan merenungkan dengan iman masing-masing, Tuhan tidak tidur ketika anda melaksanakan tugas abdi negara secara tulus kepada rakyat secara kontinyu,” ujarnya.

“Ini motivasi dan warning kepada kamu semua. Sekali lagi, disiplin  ditegakan dengan masuk kantor tiap hari,” pintanya lagi.

Bupati juga meminta kepada Wabupnya agar diterapkan pola disiplin  yang baik bagi seorang ASN. Apakah dengan disiapkan absensi  dan lain-lain untuk mengetahui tingkat kehadiran. Jika  ASN malas masuk, dicari tahu apa factor penyebab.

Ditambahkan, disiplin kerja itu dikedepankan. Karena seorang ASN tidak tahu kapan dan dimana Tuhan akan berikan rahmat yang nyata. Yakin dan percaya, semua itu akan indah pada waktunya.

“Ini pengalaman dari kehidupan pribadi saya. Ketika tak jadi ASN lagi, isteri meninggal dan kalah dalam pemilihan kepala daerah lima tahun silam. Hidup saya seakan gelap, namun dengan iman saya, Tuhan bilang, Romanus anda anak saya. Yakinlah saya pakai anda kelak dan semua itu terjawab sekarang,” katanya.

“Saya ingatkan kembali, jangan melihat orang disekeliling malas kerja dan anda ikut-ikutan. Tidak usah ikut. Tataplah ke depan, masih ada hari esok yang akan Tuhan berikan. Harus punya visi hidup optimis dan jangan pernah merasa kecil,” ujarnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *