oleh

Rumah ‘Serba Guna’ Mama Herlina Fonataba

Merauke, Suryapapua.com– Puluhan anak Papua berdesakan dalam satu ruangan, tepatnya di rumah milik mama Herlina Fonataba yang beralamat di Jalan Yos Sudarso  (sekitar tempat pemandian air panas).

Ruangan dengan ukuran 4×6 itu, ternyata dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar. Meskipun kapasitas sangat terbatas, namun tak mematahkan semangat puluhan anak Papua untuk terus belajar.

Saat ditemui Surya Papua di rumahnya  Jumat (3/12), Mama Herlina mengaku, kurang lebih 70-an anak  Papua usia sekolah dasar yang mengikuti les tambahan. “Memang kalau pagi hari mereka sekolah. Namun setiap  hari Sabtu sore, saya panggil mereka datang  belajar,” katanya.

Dikatakan, puluhan anak tersebut, telah menganggapnya sebagai mama angkat. Sehingga rumah miliknya, selain digunakan kegiatan belajar, juga posyandu serta VCT khusus kepada anak remaja.

“Jadi rumah saya ini boleh dikatakan ‘serba guna.’ Bisa digunakan kegiatan apa saja bagi anak-anak Papua, terutama belajar mengajar pada sore hari,” ungkapnya.

Mama  Herlina mengaku tak merasa terbebani dengan banyaknya aktivitas dilakukan dirumahnya. “ Memang kalau musim hujan, saya sedikit kewalahan, karena  bangunan tak bisa menampung banyak orang,” tuturnya.

“Ruangan tamu serta teras depan digunakan. Namun ketika datang hujan, saya kewalahan. Karena atap juga tak memungkinkan dan sudah mulai rusak. Hanya saja belum diperbaiki mengingat keterbatasan dana,” katanya.

Meski dengan berbagai tantangan dihadapi, namun kegiatan belajar bagi anak-anak Papua berjalan rutin.

Dijelaskan, dari puluhan anak itu, ada sejumlah diantaranya telah kecanduan aibon. Namun dari waktu ke waktu,  pihaknya terus melakukan bimbingan serta pendampingan secara kontinyu. Sekaligus memberikan nasehat agar tak menghirup lem aibon, karena sangat berdampak terhadap kesehatan tubuh.

Ditambahkan, ia perah mendapat bantuan dari bupati sebelumnya berupa batu bata yang sedianya dibangun rumah bagi anak-anak untuk belajar serta posyandu. Hanya saja, masih kurang material, sehingga bangunan tak bisa dirampungkan dengan baik.

“Saya memohon adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke atau pihak lain. Sehingga dibangun rumah baru bagi anak-anak untuk belajar, mengingat masih ada halaman di samping,” ujarnya.

Penulis    :  Yulianus Bwariat

Editor      :  Frans Kobun

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *