oleh

Pesan Uskup Agung Merauke Kepada Dansatgas Yonif 511-DY, Parjurit TNI Tak Boleh Ulangi Kekerasan Kepada OAP

Merauke, Suryapapua.com–  Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 511-DY,  Letkol Inf Rully Noriza menemui Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC sekaligus berdialog secara langsung dan menyampaikan beberapa hal penting.

Dalam arahannya yang berlangsung beberapa hari lalu, Uskup Mandagi mengucapkan selamat datang kepada Dansatgas bersama prajurit TNI di wilayah Selatan Papua.

Uskup Mandagi juga menyampaikan beberapa pesan dan harapan agar  persoalan yang dilakukan prajurit TNI seperti kekerasan terhadap orang asli Papua (OAP)  tidak terulang lagi.

“Saya mohon kepada Bapak Dansatgas untuk  mengingatkan kepada prajurit TNI agar mengasihi, menghargai dan melindungi orang Papua sebagai warga negara Indonesia (WNI)  seutuhnya,” pintanya.

Banyak OAP, lanjut Uskup Mandagi, sudah  terluka dengan sikap dan tindakan kasar dan keras oleh oknum prajurit TNI. Jadi tak boleh terulang lagi, terutama di wilayah Papua Selatan.

“Semoga kehadiran Satgas, dapat membantu kesulitan yang dihadapi masyarakat. Lalu terus berkomunikasi secara santun. Jika  ada perselisihan, agar dikomunikasikan dengan pastor di wilayah tugas itu,” pintanya lagi.

Diakui bahwa meski ada satu dan dua oknum yang sering menyakiti OAP, namun banyak prajurit TNI  menjalankan tugas serta tanggungjawab dengan penuh cintah kasih kepada orang Papua, secara khusus masyarakat Merauke. “Terimakasih untuk semua yang telah diberikan,” ujarnya.

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 511-DY,  Letkol Inf Rully Noriza dalam kesempatan itu menyampaikan terimakasih kepada Uskup Agung Merauke, Mgr Petrus Canisius Mandagi, MSC yang telah memberikan dan meluangkan waktu kepadanya untuk bertemu dan berdialog.

“Satgas Yonif 511-DY berasal dari Kota Blitar, Jawa Timur dengan jumlah pasukan  sebanyak 450 orang  yang  tersebar dari Bupul 12 sampai  Dusun Yakyu, Kampung Rawa Biru, Distrik Sota.

Dalam kesempatan itu, Dansatgas menyampaikan beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan selama kurang lebih sebulan bertugas, diantaranya pembagian Alkitab, upacara bakar batu saat peresmian gereja, membantu renovasi bangunan gereja serta pengobatan secara gratis kepada masyarakat.

“Semoga dengan kehadiran kami, dapat memberi kesejukan  kepada semua pihak. Sehingga tugas yang diberikan kepada kami, dapat terlaksana dengan lancar serta aman,” ungkapnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *