oleh

Pemprov Papua Alokasikan Anggaran Tiga Provinsi Baru, Masing-Masing Rp10 Milyar

Merauke, Suryapapua.com– Pemerintah Provinsi Papua mengalokasikan anggaran dalam APBD-Perubahan untuk tiga daerah otonom baru (DOB)  yakni Provinsi Papua Selatan dengan ibukota di Merauke, Papua Tengah (ibukota Nabire) serta Provinsi Papua Pegunungan (ibukota Wamena), masing-masing sebesar Rp 10 milyar.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, M. Ridwan Rumasukun saat membacakan sambutan Gubernur Papua, Lukas Enembe pada pencanangan 10 juta Bendera Merah Putih di halaman Kantor Bupati Merauke Jumat (12/8).

Dana yang telah dialokasikan untuk tiga provinsi baru tersebut, demikian Gubernur, akan diserahkan pada bulan Oktober 2022. Sekaligus dapat digunakan atau dimanfaatkan untuk operasional pemerintahan nanti.

Selain itu, katanya, Pemprov Papua siap melakukan penyerahan personil pembiayaan sarana dan prasarana serta dokumen (P3D) dalam waktu dekat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Papua menyampaikan terimakasih kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian yang hadir pertama di Provinsi Papua Selatan, sekaligus melakukan kegiatan pembagian 10 juta Bendera Merah Putih.

Kegiatan yang diinisiasi Kemendagri dimaksud, jelasnya, menggugah rasa cinta air yang unik, semarak serta menyenangkan. Sekaligus  meningkatkan semangat nasionalisme seluruh masyarakat Indonesia dengan cara tak biasa.

“Ya pembaguan 10 juta Bendera Merah Putih tak hanya dilakukan di Papua, tetapi juga di Jawa Timur dan aceh.   Masyarakat Papua menyebut ujung pukul ujung,” ungkapnya.

Pembagian bendera, tidak hanya seremonial belaka. Tetapi sebagai momentum memupuk rasa cinta dan bangga terhadap Negara Indonesia. Nantinya bendera akan dipasang di seluruh instansi pemerintah, rumah, sekolah dan tempat strategis lain selama bulan kemerdekaan.

Peringatan kemerdekaan RI,  mengusung thema pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat. Ternyata memberikan kekuatan kepada Provinsi Papua guna mewujudkan visi Papua bangkit, mandiri dan berkeadilan.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *