Merauke, suryapapua.com-Upacara Taptu di Provinsi Papua Selatan dilangsungkan Minggu (16/08/2026) malam yang ditandai dengan pawai obor dimulai dari depan Gedung Negara (GN) dan finish di Kodim 1707 Merauke.
Dari pantauan suryapapua.com, upacara Taptu diikuti TNI/Polri, perwakilan berbagai instansi di lingkungan Pemprov Papua Selatan, Pemkab Merauke, pelajar serta sejumah unsur lain.
Sebelum berjalan, didahului penyulutan obor oleh Pangdam XXIV-Mandala Trikora, Mayjen TI Frits Wilem Rizard Pelamonia setelah dibawakan dua perwakilan pelajar.
Hadir dalam upacara, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, Sekretaris Daerah, Ferdinandus Kainakaimu, Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, Ketua DPRP, Heribertus Silubun, Ketua MRPS, Damianus Katayu serta sejumlah pejabat lain.
Dalam sambutannya, Pangdam Pelamonia mengungkapkan, upacara Taptu dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, bukan seremonial biasa, tetapi suatu upacara yang wajib dilaksanakan di Istana Merdeka-Jakarta hingga seluruh daerah di Indonesia.

Upacara Taptu, lanjutnya, tidak lain mengenang para pahlawan yang telah berjuang 81 tahun silam untuk Kemerdekaan RI.
“Perjuangan panjang dengan titik darah penghabisan oleh para pejuang dan pahlawan kita untuk Kemerdekaan RI yang sekarang tengah kita nikmati,” ujarnya.
Olehnya, sebagai generasi penerus, mempunyai tugas serta tanggungjawab berat mempertahankan kemerdekaan itu.
Untuk mempertahankan Kemerdekaan RI selama 81 tahun, bukan dengan bersantai-santai, tetapi mengisi jiwa serta raga melalui berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan.
“Kepada adik-adik yang ikut dalam pawai Taptu malam ini, ingat bahwa masa depan kalian masih panjang. Kalian generasi penerus bangsa. Kemana arah bangsa, ada di tangan kalian semua,” tegasnya.
Jadi, lanjutnya, isilah kemerdekaan dengan belajar baik, dsiplin, kerja keras agar kedepan meraih cita cita baik.
Pangdam Pelamonia menambahkan, Provinsi Papua Selatan adalah bagian dari NKRI—apapun yang terjadi.
“Kita akan tetap solid mempertaahankan serta mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif,” ujarnya.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun









