Hadiri Natal Bersama Keluarga Sahabat Bowag, Bupati Merauke : ‘Tuhan itu Dahsyat’

Laporan Utama431 views

Merauke, Suryapapua.com– Ratusan orang yang tergabung dalam keluarga besar sahabat Bowag Merauke, melaksanakan Natal bersama yang dihadiri Bupati Merauke, Romanus Mbaraka.

Selain itu, juga Ketua Tim Penggerak PKK, Nyonya Imelda Carolina Mbaraka serta beberapa pejabat  di lingkungan pemerintah setempat. Dalam perayaan Natal bersama, dihadiri dua rohaniawan Katolik yakni Pastor Paroki  Santa Theresia Buti, Romo Pius Oematan, Pr serta Romo  Rendy, Pr.

Dari pantauan Surya Papua Kamis (6/1), Natal bersama dilakukan secara sederhana. Sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan, Pastor Rendy, Pr memimpin doa singkat. Lalu dilanjutkan refleksi iman oleh Bupati Merauke, Romanus Mbaraka.

Dalam refleksinya, Bupati Mbaraka mengatakan, hari raya Natal, umat Kristiani memperingati kelahiran Tuhan Yesus. Dengan kelahiran-NYA, menghantar umat manusia memperbaharui iman. Jadi kepada semua anggota Bowag yang umumnya masih muda,  agar selalu mengandalkan Tuhan.

Dengan kelahiran Tuhan Yesus, keluarga Bowag harus mampu memperbaharui diri. Lalu percaya dan mendekatkan diri  selalu kepada Tuhan.

“Setelah Natal, kita diberikan kesempatan oleh Tuhan bisa sampai ke Tahun Baru. Lalu Bowag melakukan Natal bersama yang dihadiri dua pastor, ini sangat luar biasa. Tuhan masih memberikan kesempatan berada di tahun 2022,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mbaraka membeberkan sekaligus mengungkap sejumlah persoalan di tahun kemarin yang terjadi dan bisa diselesaikan. Semuanya karena  mujizat Tuhan. Olehnya masyarakat Merauke harus hidup dengan penuh syukur.

Ketua Sahabat Bowag Merauke, Mieng Virgo Gunawan saat mendampingi Bupati Merauke, Romanus Mbaraka – Surya Papua/Frans Kobun
Ketua Sahabat Bowag Merauke, Mieng Virgo Gunawan saat mendampingi Bupati Merauke, Romanus Mbaraka – Surya Papua/Frans Kobun

“Pada bulan Juni 2021, kasus covid-19 sangat tinggi. Banyak sekali terpapar hingga harus dirawat di rumah sakit bahkan meninggal dunia. Memang saya sempat kewalahan. Sebagai pemimpin, saya berpikir bisa-bisa terjadi putus generasi berikut akibat tingginya pasien covid-19,” ungkapnya.

Namun demikian, jelas Bupati Mbaraka, dirinya mempunyai keyakinan iman bahwa Tuhan Yesus datang. Sehingga bersama tim doa (gabungan), berdoa di Gedung Negara. Disitu datanglah petunjuk bahwa harus mengandalkan Tuhan, selain obat-obatan serta bantuan tenaga medis di rumah sakit.

Dari GN, ia pergi ke rumah sakit dan berdoa disana. Usai berdoa, seketika tak ada satu terpapar covid-19 dihantar ke rumah sakit untuk dirawat, juga tak ada meninggal.  “Dari situlah, saya tahu bahwa Tuhan Yesus tidak meninggalkan kita,” katanya.

Selanjutnya, demikian bupati, masih di tengah pandemic covid-19, Presiden RI, Joko Widodo mempercayai Merauke sebagai klaster PON XX untuk sejumlah ivent pertandingan. Dari ivent  dimaksud, dana  dikelola mencapai 90 milyar. Itu diluar  yang dibawa kontingen, pelatih serta tamu  dari berbagai daerah di Indonesia.

Lalu, para relawan berjumlah 1998  direkrut. Ketika panitia  meminta  pembayaran honor mereka sesuai kehadiran, ia menolak  tegas dan mengultimatum dibayar 20 hari. Jadi kurang lebih Rp 14 milyar dana diterima seribuan relawan.

“Hitung-hitungan saya agar uang jatuh ke tangan rakyat dan bisa berputar dalam wilayah Merauke. Semua itu adalah berkat Tuhan, bukan dari manusia,” katanya.

Pastor Rendy, Pr memimpin ibadah singkat pada Natal bersama  Sahabat Bowag Merauke – Surya Papua/Frans Kobun
Pastor Rendy, Pr memimpin ibadah singkat pada Natal bersama Sahabat Bowag Merauke – Surya Papua/Frans Kobun

Berikut, khusus di bidang pemerintahan, tahun 2018 silam, hasil kelulusan tak bisa diproses di pusat. Karena adanya kesalahan. Dimana yang diumumkan  lulus, sesungguhnya tidak lulus. Sedangkan yang lulus murni, nama mereka tak diumumkan.

“Saya berdoa dan meminta pertolongan dan Tuhan Yesus membuka jalan. Sehingga bisa bertemu Menteri Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara (Menpan), Tjahyo Kumolo  di ruang kerjanya dan sangatlah cepat,” ujarnya.

Setelah menyampaikan persoalan sesungguhnya, Menpan menyatakan mereka yang dinyatakan lulus,  namun namanya tak diumumkan serta yang diluluskan atas kebijakan Mantan Bupati Merauke, Frederikus Gebze, diproses NIP mereka.

Semua itu, karena Tuhan bekerja.  Jadi pekerjaan besar, tak bisa dilakukan orang biasa. “Terus terang, saya  heran bisa urus dengan cepat, hanya dalam hitungan tiga sampai enam bulan setelah kami dilantik. Saat mengurus-pun tak ada saudara kandung disitu diperjuangkan, namun  dengan sukarela mengurus. Setelah sadar dan refleksi,  ternyata semua itu karena Tuhan membantu,” katanya.

Hal lain dibeberkan yakni APBD di periode sebelumnya ketika memimpin mencapai Rp  2,4 triliun, namun saat turun dan tak menjabat, jebol hingga Rp 1,8 triliun.

Setelah menjabat kembali bersama wakilnya, H. Riduwan, dalam hitungan tiga bulan, hari ini APBD bergerak normal  menembus angka Rp 2,1 triliun. Semua itu adalah pekerjaan Tuhan.

Lalu, lanjut bupati lagi, pada 17 Agustus silam, Merauke terpilih untuk dialog langsung bersama Presiden Jokowi melalui video conferece. “Dari Sota ketika itu, saya hanya minta beliau datang ke Merauke dan diresponi cepat,” ujarnya.

“Saya yakin sekali dengan iman Katolik, Roh Kudus ada dalam mulut saya. Ketika presiden datang meresmikan PLBN Sota serta beberapa agenda lain, banyak menteri maupun jenderal bertanya-tanya, kok bisa langsung diresponi  presiden untuk datang di ufuk timur Indonesia,” katanya.

Ratusan keluarga besar Bowag sedang mengikuti Natal bersama- Surya Papua/Frans Kobun
Ratusan keluarga besar Bowag sedang mengikuti Natal bersama- Surya Papua/Frans Kobun

Bupati juga menyampaikan perjalanan kariernya. Setelah jadi CPNS 1996, setahun kemudian jadi PNS dan sedianya akan berangkat ke Australia melanjutkan  studi disana. Hanya saja dolar sedang naik, sehingga diurungkan. Lalu memilih kuliah ke Institut Teknologi Bandung (ITB) atas biaya proyek bank dunia.

Setelah lulus 200 0 silam, pulang dan dilantik menjadi kepala bidang di Bappeda Merauke. Jadi bukan dari kepala seksi, tetapi langsung loncat menduduki jabatan kabid. Tahun 2006, ‘menahkodai’ Bappeda.  Lalu  2008, jadi Kepala Dispenda dan 2010 terpilih rakyat menjadi bupati.

“Pada 2015 silam, saya tak terpilih dan baru 2020 kemarin, terpilih oleh rakyat termasuk Bowag. Semuanya karena Tuhan Yesus bisa bersabda dalam perjalanan  karierku,” katanya.

Olehnya, bupati berpesan agar semua orang mengandalkan Tuhan, karena DIA itu dashyat. Apapun kegagalan dalam hidup maupun kesuksesan, itu tak kekal. Hanya keselamatan  kekal dari iman kalian kepada Tuhan. Pasti Tuhan menyiapkan apa yang pantas didapatkan pada waktunya.

“Pesan saya terakhir dari refleksi, dalam iman, mari andalkan Tuhan. Jangan pernah mider, merasa kecil, merasa tak pantas  atau tak bisa. Ketika anda mengandalkan Tuhan, yakin bahwa apapun pasti ada  dalam hidup,” katanya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *