‘Bujuk Rayu’ Panitia Musda Tak Membuahkan Hasil, Tungku Lamaholot Tetap Ngotot Tolak Paskalis Imadawa Dilantik Jadi Ketua IKF Papua Selatan

Laporan Utama607 views

Merauke, suryapapua.com– Berbagai upaya dilakukan Panitia Musyawarah Daerah (Musda)  Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Provinsi Papua Selatan agar Tungku Lamaholot Kabupaten Merauke, legowo menerima Paskalis Imadawa yang dipilih beberapa waktu lalu, meskipun mendapatkan reaksi penolakan, agar dapat dilantik.

Salah satu upaya dilakukan Panitia Musda IKF adalah dengan mendatangi kediaman Ketua Lamaholot Kabupaten Merauke, Paulus Peka Hayon beberapa hari lalu untuk mencoba mengambil hati.

Hanya saja, aksi ‘bujuk rayu’ panitia kepada Peka Hayon didampingi Siprianus Muda (Sekretaris) serta beberapa pengurus Lamaholot, tak membuahkan hasil.

Sikap tegas dan keras tetap kukuh dipertahankan Tungku Lamaholot sebagai langkah untuk mempertahankan marwah serta identitas dan jati diri sebagai orang Flobamora di tanah perantauan.

Sekretaris Lamaholot Kabupaten Merauke, Siprianus Muda melalui telpon selulernya Kamis (22/10/2026) malam membenarkan kalau sejumlah Panitia Musda IKF mendatangi kediaman Ketua Paulus Pekan Hayon unuk berdialog secara langsung.

“Betul ada dialog bersama dengan mereka (Panitia IKF;red). Hanya saja, kami tetap punya sikap serta prinsip tegas serta jelas,” ungkap Sipri.

Dalam kesempatan itu, Siprianus menegaskan, terdapat empat alasan mendasar sesuai hasil kesepakatan Tungku Lamaholot baik yang tersebar dalam kota hingga kampung-kampung menolak Paskalis Imadawa sebagai Ketua Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Papua Selatan.

Pertama, Paskalis Imadawa bukan orang asli NTT dan sebagai warga Flobamora di perantauan di Tanah Papua Selatan sangat menghormati hak-hak kesulungan anak asli Papua Selatan.

Kedua, Tungku Lamaholot menyatakan sikap keluar dari Flobamora dan tidak akan masuk dalam struktur kepengurusan Flobamora Papua Selatan selama Paskalis Imadawa sebagai Ketua IKF Papua Selatan.

Ketiga, Tungku Lamaholot tidak ingin organisasi Flobamora dijadikan alat dan kendaraan politik praktis untuk mendeklarasikan dan  mengkampanyekan pasangan Apolo Safanpo-Paskalis Imadawa  dicalonkan menjadi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan pada periode ke-2 Pilkada 2030 mendatang

Keempat, penolakan yang dilakukan Tungku Lamaholot mewakili suara Masyarakat NTT akar rumput yang tidak tersentuh pengurus Flobamora dan oknum-oknum  Panitia Musda selama ini yang memiliki ambisi politik praktis untuk menduduki jabatan politik di lingkungan pemerintah empat  kabupaten dan Provinsi Papua Selatan.

Sementara berbagai informasi yang dihimpun suryapapua.com, pelantikan Paskalis Imadawa sebagai Ketua IKF Provinsi Papua Selatan dilaksanakan Sabtu 24 Oktober 2026 di Hotel Careinn.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *