Di Kampung Nasem, Universitas Musamus Merauke Gelar Pelatihan Pembibitan Mangrove

Ragam60 views

Merauke, suryapapua.com– Universitas Musamus Merauke menyelenggarakan kegiatan pelatihan pembibitan mangrove di Kampung Nasem, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Pelatihan yang berlangsung  9 Oktober 2026 lalu itu, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembibitan mangrove serta mendukung pengelolaan ekosistem pesisir berkelanjutan.

Ini juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan program in-saintek, sebuah inisiatif Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Minatsaintek) yang merupakan salah satu unit kerja di bawah Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Universitas Musamus Merauke menjadi salah satu perguruan tinggi yang terpilih dalam program dimaksud.

Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap sumber belajar sains dan teknologi, meningkatkan minat serta partisipasi publik terhadap isu-isu ilmiah, dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis pengetahuan.

Kegiatan pelatihan diikuti 32 peserta yang terdiri atas penyuluh pertanian lapangan (PPL), mahasiswa, masyarakat Kampung Nasem dan Dosen Universitas Musamus.

Materi pelatihan diberikan Reny Sianturi, dosen Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, Universitas Musamus Merauke.

Kegiatan pelatihan pembibitan mangrove yang diikuti masyarakat di Kampung Nasem, Kabupaten Merauke- Surya Papua/IST
Kegiatan pelatihan pembibitan mangrove yang diikuti masyarakat di Kampung Nasem, Kabupaten Merauke- Surya Papua/IST

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya pembibitan mangrove sebagai salah satu tahapan awal dalam upaya rehabilitasi dan pemulihan ekosistem pesisir.

Pelatihan juga menjadi sarana berbagi pengetahuan antara akademisi dan masyarakat mengenai pengelolaan mangrove, mulai dari pemahaman terhadap fungsi ekologis mangrove, jenis-jenis mangrove hingga pentingnya pemilihan buah (propagul) dan media tanam yang berkualitas serta pemeliharaan bibit sebelum ditanam di lokasi rehabilitasi.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya ditentukan jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga oleh kualitas bibit, kesesuaian jenis dengan kondisi lingkungan, pemeliharaan dan pemantauan setelah penanaman.

Pelaksanaan pelatihan pembibitan mangrove di Kampung Nasem menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menerapkan ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan lingkungan.

Melalui program in-saintek, pengetahuan akademik diharapkan dapat diterjemahkan menjadi keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Keterlibatan masyarakat Kampung Nasem, mahasiswa, PPL, dan dosen dalam kegiatan ini juga membuka ruang untuk pertukaran pengalaman serta penguatan jejaring kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya pesisir.

Kedepan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan pembibitan, pemeliharaan dan rehabilitasi mangrove secara berkelanjutan.

Dengan demikian, semangat “Nasem Blue Green Innovation” dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat pesisir yang lebih berdaya, adaptif, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Musamus Merauke menegaskan komitmennya untuk terus mendiseminasikan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat serta mendukung pembangunan wilayah pesisir Papua Selatan yang berkelanjutan melalui pendekatan berbasis sains, inovasi, dan partisipasi masyarakat.

Penulis : Frans Kobun

Editor : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *