Merauke, Suryapapua.com– Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Mama-Mama Asli Papua (IPPM2AP) resmi dilantik.
Pelantikan yang berlangsung di Hotel Panda, kemarin itu dihadiri Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa serta sejumlah pejabat lain.
Dalam sambutannya, Wagub Imadawa mengungkapkan, orang asli Papua kalau sudah mendapat hasil buruan, selalu habis dikonsumsi.
“Ketika ke rawa dan hutan memangkur sagu, hasil yang dibawa pulang dihabiskan atau dikonsumsi—Kalau sudah habis, masuk hutan lagi,” ungkapnya.
Beda dengan orang Nusantara. Mereka mengaku hasil didapatkan sudah habis, tetapi sesungguhnya masih ada. Dimana menyimpan sedikit sebagai cadangan atau stok.
Dengan wadah organisasi dimaksud, mama-mama pedagang asli Papua harus bekerja keras dan terus maju.
Untuk kepengurusan yang telah dilantik, agar tetap jalan sebagaimana biasa dengan selalu berpegang teguh kepada komitmen, konsekuensi, semangat, soliditas maupun pengorbanan.
Jika ada pengurus yang terlalu banyak bicara, dikeluarkan saja. Semua harus saling menjaga serta menghormati.
“Perjalanan mama-mama pedagang asli Papua ini cukup panjang. Olehnya melalui wadah ini diharapkan harus berkonsultasi dan bagimana menjadi mitra,” pintanya.
Dia kembali mengingatkan, para pengurus harus berani dan mempunyai nyali siap berkorban.
Jika bicara susah–semua harus susah dan berkorban, sekaligus mengangkat orang yang selalu berjualan dipinggiran jalan maupun di emperan toko.
“Hanya orang susah bisa membantu orang susah.Komitmen harus berjalan, perjuangan pertama yakni merubah pasar,” pintanya lagi.
“Ingat bahwa perjuangan-nya besar dan berat. Ada tantangan yang bakal dialami didepan,”katanya mengingatkan.
Meski begitu, harus dijalani dengan rendah hati. Lalu bermitra bersama pemerintah.
Wagub Imadawa berkomitmen pemerintah siap mendorong wadah dimaksud, khusus kepada mama-mama pedagang asli Papua agar bisa maju.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun










