Pelatihan Hilirisasi Produk Pertanian di Mandekman, Yuliana Alimo Mahuze: ‘Terimakasih Tim Ekspedisi Patriot UGM’

Laporan Utama627 views

Merauke, suryapapua.com-“Terimakasih untuk Tim Ekspedisi Patriot Universitas Gadjah Mada (TEP UGM) PS014  yang menyelenggarakan Pelatihan hilirisasi produk pertanian melalui program pemberdayaan kelembagaan masyarakat berdaya (Kembara) di Kampung Mandekman, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.”

Demikian disampaikan Yuliana Alimo Mahuze, perwakilan orang Marind sekaligus umat Katolik di Kampung Mandekman saat mengikuti pelatihan yang berlangsung, kemarin.

Untuk diketahui, Kampung Mandekman berada di kawasan transmigrasi Muting memiliki potensi hasil pertanian berupa sayuran dan tanaman hortikultura.

Sementara pelatihan yang digelar itu tidak lain mendorong masyarakat mengembangkan potensi tersebut — tidak hanya sebagai bahan mentah, tetapi menjadi produk yang memiliki nilai tambah melalui proses pengolahan, pengemasan dan pemasaran.

Wakil Ketua—Koordinator Lapangan TEP UGM PS014, M Yusril Mirza menjelaskan, pogram Kembara bertujuan mendorong kemajuan ekonomi yang menjangkau organisasi masyarakat sekaligus anggota.

“Dengan program Kembara ini, kita bisa menginisiasi kemajuan dari segi ekonomi. Manfaatnya tidak hanya bagi kelembagaan masyarakat, tetapi individu yang ada di dalamnya melalui pelatihan dan pendampingan,” ujar Yustril dalam rilisnya yang diterima suryapapua.com Kamis (24/09/2026).

Pelatihan dimaksud menyasar puluhan peserta dari berbagai unsur kelembagaan di Kampung Mandekman meliputi Muslimat, PKK, Gapoktan, Kelompok Gereja Katolik serta Pesantren Al Munawwaroh Mandekman.

Diharapkan melalui kegiatan ini dapat membuka ruang kerja sama kolaborasi dalam merancang dan mengembangkan produk sesuai sumber daya yang tersedia di kampung.

Mengusung tema strategi membangun inisiasi produk kewirausahaan bagi kelembagaan berbasis hasil pertanian ini, pelatihan mencakup materi identifikasi bahan baku lokal, pengolahan sederhana, pengemasan serta strategi pemasaran yang mempertimbangkan kebutuhan konsumen.

Pelatihan tersebut menghadirkan nara sumber dari Prodi Agribisnis Universitas Musamus yakni Maria Magdalena, Nina Maksimiliana Ginting serta Febri Nur Pramudya.

Setelah kegiatan pelatihan, peserta akan direncanakan mengikuti pendampingan inisiasi produk kelembagaan dari September- November 2026.

Tujuannya untuk meningkatkan aktivasi kelembagaan, membangun kemandirian masyarakat transmigrasi dalam mengembangkan ide program produktif serta memperkuat ekonomi melalui inisiasi produk kewirausahaan berbasis potensi lokal.

Nantinya pada tahap akhir program Kembara, dilakukan kegiatan diseminasi dalam bentuk mini expo inovasi produk kampung.

Ini akan menjadi ruang bagi masyarakat memperkenalkan hasil inovasi kelembagaan yang telah dikembangkan selama rangkaian program, sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi berbasis kelembagaan masyarakat melalui potensi lokal.

Kepala Distrik Ulilin, Junaidi menyampaikan apresiasi atas kehadiran TEP UGM di wilayahnya.

Dia berharap program dimaksud dapat mendukung kebutuhan masyarakat dan pemerintah distrik dalam pengembangan kawasan transmigrasi.

“Kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Tim Ekspedisi Patriot dari UGM. Semoga program yang dilaksanakan membawa manfaat positif bagi masyarakat dan pemerintah setempat,” katanya.

Kapolsek Muting, Iptu Melkianus Bunga menyoroti perlunya kelompok masyarakat mengembangkan kegiatan produktif agar pertemuan organisasi dapat memberikan manfaat ekonomi bagi anggota.

“Kelembagaan masyarakat yang ada di dalam kampung selama ini hanya sebagai ajang berkumpul. Ya, harapannya setelah diberikan wawasan, dapat mengangkat ekonomi masyarakat,” pintanya.

Siti Lainah, salah seorang peserta menyampaikan kehadiran tim dan narasumber memberikan kesempatan memperluas pengetahuan tentang pengembangan potensi daerah.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas kehadiran Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi Muting. Kehadiran para narasumber dapat membuka wawasan kami untuk meningkatkan kualitas daerah secara berkelanjutan,” kata dia.

Yuliana Alimo Mahuze, peserta lain mengaku kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada UGM karena sudah datang di Kampung Mandekman. Kami berharap ke depan ada dampak kemajuan bagi kami,” ungkapnya.

Program Kembara pada dasarnya sejalan dengan arah pembangunan transmigrasi yang diungkapkan Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengembangan kawasan.

“Keberhasilan transmigrasi saat ini tidak hanya dilihat dari pembangunan permukiman, tetapi bagaimana kawasan transmigrasi mampu berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara kegiatan itu diinisiasi tim yang dipimpin Agustinus Supriyanto bersama Wakil Ketua (M. Yusril Mirza)  serta anggota (Amara Elvira, Divya Ayunda Pramesti, Dea Nurfath Ramadhani serta Retno Dwi Hastuti).

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *