oleh

75 Tower Telkomsel Siap Dibangun, Bupati Merauke dan Direktur Bhakti Kementerian Kominfo Tandatangani PKS

-Ragam-210 views

Merauke, Suryapapua.com– Kepala Bidang Pengelolaan Infrastruktur dan Komunikasi Dinas Kominfo Kabupaten Merauke, Thomas Kimko menjelaskan, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka dan Direktur Bhakti Kementerian Kominfo RI serta Kepala Dinas Kominfo Merauke, akan menandatangani perjanjian kerjasama pinjam pakai lahan selama lima tahun untuk pembangunan  puluhan tower telkomsel di kampung-kampung.

Demikian disampaikan Kimko saat dihubungi Surya Papua melalui ponselnya Sabtu (11/12). Menurutnya ada 75 titik di kampung-kampung di Kabupaten Merauke yang sedianya untuk pembangunan tower telkomsel. Hanya saja, dari jumlah dimaksud,  66 telah terigistrasi atas nama aset Pemkab Merauke.

Sedangkan sembilan titik lain, ada sedikit masalah, setelah tim Bhakti Kementerian Kominfo RI melakukan survei di sejumlah tempat seperti di Kampung Iromoro, Yamuka, Kamnosari serta satu-dua kampung lain.

Jadi, lanjut Kimko, 66 titik tersebut, telah dilakukan pelepasan secara resmi oleh masyarakat untuk pembangunan tower telkomsel. Lalu pemerintah setempat, melalui Badan Keuagan dan Aset Daerah Merauke,  meregistrasi puluhan lokasi atau titik itu.

Pelepasan tanah secara resmi  dengan ukuran 20×20 tersebut,  dilakukan masyarakat secara resmi dan diserahkan ke Pemkab Merauke. Dengan demikian, status tanah  dimaksud menjadi aset pemerintah setempat.

Oleh karena berstatus resmi, maka Bhakti Kementerian Kominfo RI  meminjam pakai lahan milik Pemkab Merauke itu  selama lima tahun untuk pembangunan tower telkomsel di 66 titik yang tersebar.

“Intinya adalah 66 titik  telah dilalui proses  seperti lolos seleksi, survey dan siap  pembangunan  puluhan tower telkomsel, setelah adanya penandatanganan bersama Bupati Merauke serta Direktur Bhakti Kominfo yang sedianya  berlangsung di Jakarta Senin 13 Desember.

Ditambahkan, dari puluhan tower telkomsel itu, ada beberapa sudah dibangun dan diselesaikan seperti di Enggal Jaya, Kwel serta Bibikem. Hanya saja belum on air. Nnati menunggu serentak satu kali diaktifkan setelah sisa lain dibangun.

“Jadi kalau semuanya telah dibangun, sudah bisa on air dan masyarakat dapat  menggunakan jaringan internet 4 G untuk berkomunikasi kemana saja,” ungkapnya.

Penulis  : Frans Kobun

Editor    : Frans Kobun

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *