100-an Mahasiswa Unmus Merauke Demonstrasi di Kampus, Rektorat Digeruduk! Rektor Larang Jurnalis Liput Audiens

Laporan Utama248 views

Merauke, Suryapapua.com– Kurang lebih 100 mahasiswa-mahasiswi Universitas Musamus (Unmus) Merauke melakukan aksi demonstrasi di halaman kampus tersebut.

Dalam aksi yang berlangsung Rabu (22/04/2026) itu, sejumlah pamflet dibawa sekaligus dibagikan kepada setiap mahasiswa yang berada dalam area kampus.

Orasi secara bergantian dilakukan sejumlah perwakilan dengan membeberkan berbagai ketimpangan di lembaga perguruan tinggi negeri di Provinsi Papua Selatan itu.

Dari pantauan suryapapua.com, setelah berorasi di dalam area kampus, para mahasiswa-mahasiswi bergerak menuju ke Gedung Rektorat Unmus berdialog secara langsung bersama Rektor Daud Andang Pasalli.

Orasi pun masih dilakukan di rektoran kurang lebih stengah jam, sebelum datang Wakil Rektor I Unmus, Thobias N  guna bertemu para mahasiswa-mahasiswi.

Dalam dialog, Thobias mengatakan, sesuai permintaan Rektor Daud, hanya perwakilan diizinkan untuk masuk  ke dalam.

Namun, teriakan dan penolakan dilakukan sekaligus para mahasiswa-mahasiswi meminta semua masuk dan bertemu— berdialog bersama rektor.

Tuntutan dimaksud, dilaporkan kembai Thobias ke rektor. Beberapa menit kemudian, bersangkutan turun dan menyampaikan pesan rektor semua diizinkan masuk berdialog.

Seratusan mahasiswa sedang berjalan menuju ke rektorat untuk bertemu Rektor Unmus – Surya Papua/Frans Kobun
Seratusan mahasiswa sedang berjalan menuju ke rektorat untuk bertemu Rektor Unmus – Surya Papua/Frans Kobun

Hanya saja sesuai pesan Rektor Daud, para jurnalis  tak  diizinkan masuk meliput jalannya dialog secara langsung.

Tidak diketahui alasan Rektor Daud menolak para ‘kuli tinta’ alias jurnalis melakukan peliputan sehubungan dengan sejumlah persoalan dibeberkan para mahasiswa.

Wakil Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unmus, Sultan Hasanudin mengungkapkan kekecewaannya, setelah sejumlah jurnalis tak diizinkan masuk bersama meliput kegiatan dialog.

“Ya, kami merasa kecewa. Kenapa sehingga Rektor Daud tak mengizinkan rekan-rekan jurnalis ikut bergabung dengan kami masuk meliput di dalam,” tanya Sultan.

Enam Tuntutan Diajukan

Sementara dalam pakta integritas dari mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi, terdapat enam point penting  akan dibeberkan sekaligus disampaikan ke Rektor Daud.

Pertama, mendesak kepada Rektor Unmus soal kepastian tanggal  wisuda para wisudawan/i dan tidak boleh dilakukan pengunduran waktu.

Kedua, meminta Rektor Unmus agar Plt Wakil Rektor Unmus, Plt dekan serta Plt ketau jurusan segera dilantif definitif.

Ketiga, perlu transparansi  dana ormawa, dana hibah serta KIP yang belum disalurkan ke rekening para mahasiswa-mahasiswi.

Keempat, menuntut Rektor Unmus terkait hak para mahasiswa, fasilitas kampus yang kurang seperti ruangan kelas, infokus, lep serta fasilitas lain agar cepat diberikan.

Kelima, mendesak Rektor Unmus menanggapi dan mengeluarkan statement terkait isu-isu yang beredar di medsos jika unmus telah menggelapkan dana mega proyek  dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

Keenam, bilamana tidak diresponi sejumlah tuntutan  selama 2×24 jam, pihaknya  memastikan gedung rektorat akan diduduki kembalii.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *