Usai Bentangkan Bendera Merah Putih di Jembatan Tamulik, Romanus: ‘Kami Mohon Pemerintah Pusat Bangun Akses Jalan’

Laporan Utama231 views

Merauke, suryapapua.com– Meskipun secara umum Jembatan Tamulik di Distrik Okaba, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan telah selesai dikerjakan, namun masih ada sejumah item belum dituntaskan, sehingga perlu perhatian pemerintah pusat, melalui kementerian terkait.

Selain itu, akses penghubung antara Merauke, Kabupaten Mappi maupun Asmat pasca Jembatan Tamulik dibuka, agar jalan dapat diaspal, mengingat kondisinya masih jalan tanah dan sangat parah.

Hal itu disampaikan Mantan Bupati Merauke dua periode, Romanus Mbaraka di Jembatan Tamulik Minggu (23/08/2026).

“Jujur saya sampaikan, sampai sekarang ruas badan jalan masih tanah. Banyak orang jatuh hingga celaka, termasuk motor rusak saat musim kemarau, apalagi memasuki musim hujan dengan kondisi jalan becek serta berlubang,” ungkapnya.

Olehnya, lanjut Romanus, diharapkan atensi sekaligus penanganan dari pemerintah pusat agar menjadi sarana mendorong pertumbuhan pembangunan.

“Saya yakin dan percaya, Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto, Menteri PU maupun  Bappenas akan memberikan perhatian khusus ruas jalan dimaksud. Mengapa? Karena jalan ini adalah jalan nasional yang telah masuk dalam perencanaan,” ungkapnya.

KSC Dorong Berbagai Ivent

Lebih lanjut Romanus mengungkapkan, Komunitas Kandara  Scooter Club (KSC)  Provinsi Papua selama ini terus mendorng berbagai ivent sosial dalam rangka mewartakan serta menciptakan bagaimana seluruh anak Indonesia cinta tanah air.

Selain itu, bagaimana seluruh orang mendapat pelayanan sekaligus dapat mengenal secara mendalam Komunitas KSC.

“Ya, pagi ini saa bersama Komunitas KSC di Jembatan Tamulik, tepatnya di sungai Bian–  salah satu sungai terbesar di Papua Selatan,” jelasnya.

“Disini baru saja selesai dibangun jembatan sebagai penghubung  Kabupaten Merauke, Mappi, Asmat serta kampung maupun distrik lain,” ujarnya.

Hadirnya Jembatan Tamulik, demikian Romanus, agar bisa terhubung  akses di Papua Selatan melalui darat, air maupun udara sekaligus menerobos keterisolasian dan  ketertinggalan. Lalu masyarakat mendapatkan akses pelayanan transportasi.

Jembatan Tamulik belum tuntas,  namun hari ini KSC membentangkan Bendera Merah Putih raksasa yang dijahit tahun 2016.

“Kami  membentangkan sekaligus meminta agar Jembatan Tamulik dapat dituntaskan, karena  sangat strategis untuk pertumbuhan ekonomi serta akses transportasi lebih mudah,” katanya.

Bagi Romanus, banyak hal akan didorong untuk Indonesia Timur (Merauke)  menjadi satu satu kota yang  dapat  memberikan jaminan bahwa orang Indonesia tinggal disini dengan damai serta sejahtera.

Point lainnya adalah masyarakat Merauke sebagai pendukung Program Strategis Nasional (PSN) yang sudah direalisasikan untuk ketahanan pangan.

“Kami adalah salah satu sentra produksi pangan terbesar di Indonesia Timur. Hanya saja, kami butuh infrastruktur yang melewati kawasan investasi, baik investasi rakyat maupun swasta dalam  akses pelayanan secara baik pula,” pintanya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *