Puncak HUT Merauke ke-124, Bupati Bladib Gebze: ‘Kita Semua Harus Berkolaborasi’

Laporan Utama162 views

Merauke, Suryapapua.com– Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Merauke ke-124 tanggal 12 Pebruari 2026 yang berlangsung di Monumen Kapsul Waktu ditandai doa lintas agama, pemukulan tifa, pemotongan tumpeng hingga letusan petasan.

Dari pantauan suryapapua.com, pemukulan tifa dilakukan Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze didampingi musyawarah pimpinan daerah (Muspida) serta parat tokoh agama.

Dalam sambutannya, Bupati Bladib Gebze meminta agar semua orang yang menghuni bumi Anim Ha, harus berterimakasih kepada para misionaris Katolik serta katekis.

Mengapa? Karena mereka adalah peletak dasar peradaban di tanah ini.

“Kita semua memiliki tanggungjawab moral bahwa Merauke telah berjalan dengan segala dinamika dari waktu ke waktu,” pintanya.

Saat ini pula, semua orang telah menjadi pewaris dari kebesaran Bumi Anim Ha.

Dimana, lanjutnya, semua orang telah menemukan satu semboyan sangat baik  yang merupakan turunan dari kebhinekaan yakni Izakod Bekai-Izakod Kai–Satu Hati-Satu Tujuan.

“Olehnya, kita harus terus memupuk apa yang menjadi konsensus dengan motto dimaksud,” katanya.

Jika ada yang susah, menjadi tanggungjawab bersama. Pemerintah dengan segala daya, terus melakukan akselerasi pembangunan, pemberdayaan kepada masyarakat.

Namun demikian, pemerintah saja tak cukup. Jadi,  di moment hari bersejarah ini, sinergi serta kolaborasi diantara segala komponen anak bangsa perlu dilakukan.

Pemkab Merauke, TNI/Polri serta seluruh komponen agar terus bersinergi, sehingga warisan yang ditinggalkan pendahulu, terus dijaga serta dipupuk.

Sehingga, jelasnya, Merauke menjadi rumah  bersama serta tempat hidup, sekaligus membesarkan anak cucu dan  mencari rezeki  guna menghidupi keluarga

Lalu menjadi daerah bertumbuh dan memiliki sumber daya  unggul, baik SDM maupun SDA yang dapat dikelola untuk mendatangkan kesejahteraan bagi semua orang.

Bupati Bladib Gebze juga meminta perlu kerjasama—gotong royong  terus dijaga di negeri ini.

“Orang Merauke cinta damai serta dilandasi semangat kasih. Sehingga menjadi modal dasar hidup berdampingan dengan penuh kasih sayang,” katanya.

“Merauke sudah lama di kenal baik, karena lagu maupun peristiwa-persistiwa serta menjadi salah satu lumbung pangan nasional,  lantaran sangat strategis dan telah berjalan serta sudah kita rasakan bersama,” ujarnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *