Penutupan Bulan Rosario di Paroki Santa Theresia Buti-Merauke Ditandai Rally Bunda Maria

Laporan Utama178 views

Merauke, Suryapapua.com– Untuk menutup Bulan Mei—Bulan Rosario, umat dari lingkungan-lingkungan serta komunitas basis (Kombas) di Paroki Santa Theresia Buti, Merauke, Papua Selatan melakukan Rally Bunda Maria atau sering disebut Rally Rosario.

Rally Rosario umat setiap lingkungan  itu, sebagai bentuk devosi dengan berjalan kaki  dari masing-masing lingkungan sambil membawa arca atau Patung Bunda Maria.

Selama perjalanan dari setiap lingkungan dengan tujuan ke  Makam Patalesai (makam Misionaris Katolik) di samping Gereja Santa Theresia Buti, doa Bapak Kami dan Salam Maria serta lagu-lagu terus dilantunkan dan atau didaraskan.

Pantauan suryapapua.com Minggu (31/05/2026), tepat pukul 17.00 WIT,  umat berjalan dari masing-masing lingkungan serta Kombas dengan tujuan akhir di Patalesai.

Oleh karena jalanan ramai, dua unit mobil  serta beberapa motor  dari Satlantas Polres Merauke, diturunkan untuk mengawal perjalanan umat dari masing-masing lingkungan.

Lingkungan Cicilia, tiba pertama di Patalesai dan langsung meletakan arca atau Patung Bunda Maria di bagian depan, lalu menyusul lingkungan lain serta satu Kombas.

Doa serta nyanyian bersama dilantunkan di Patalesia oleh ratusan umat dari lingkungan-lingkungan, setelah diterima Pastor Aloysius Batmyanik, MSC.

Dalam kesempatan tersebut, Pastor Aloysius mengungkapkan, “Hari ini kita menghantar Patung Bunda Maria ke pusat gereja.”

Meski demikian, jelas Pastor Aloysius, bukan berarti doa rosario hanya di kunci pada bulan Mei saja.

“Ingat, doa Rosario adalah doa kehidupan kita. Karena Bunda Maria adalah Bunda kita  yang tidak akan membiarkan kita bergumul dan berjuang sendiri dalam  kehidupan,” ungkapnya.

“Hari ini, kita telah mengakhiri kunjungan Bunda Maria ke tiap-tiap  rumah. Kita telah merasakan kehangatan  akan kehadirannya, tetapi hendaklah berdoa rosario kepada Bunda Maria setiap saat  agar tetap menyerai,” pintanya.

Akhir dari  rangkaian Rally Rosario ditandai pemberkatan (percikan air berkat) oleh Pastor Aloysius kepada umat, sebelum bergerak—melangkah pulang ke rumah masing-masing.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *