Tak Pernah Diam, Perjuangan Yoseph Yanawo Yolmen Hadirkan BLK di Papua Selatan Terus Digaungkan

Merauke, Suryapapua.com– Usaha dan perjuangan Yoseph Yanawo Yolmen,  Kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Provinsi Papua Selatan untuk menghadirkan Balai Latihan Kerja (BLK), terus dilakukan.

Selain membangun komunikasi intens bersama Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo bersama para bupati, juga menyuarakan secara langsung kepada Wakil Presiden RI, Gibran Rakabumingraka agar BLK di Papua Selatan segera dibangun—direalisasikan.

Saat ditemui suryapapua.com diruang kerjanya Selasa (28/04/2026), Yanawo Yolmen mengungkapkan, pendidikan non formal  harus terus didorong—salah satunya yakni menghadirkan BLK di Provinsi Papua Selatan.

“Dari tahun lalu saya terus  mendorong kehadiran BLK dan harapannya tahun ini dapat direalisasikan,” pintanya.

Tujuannya, demikian Yanawo Yolmen, agar adik-adik orang asli Papua maupun non OAP kelahiran Papua Selatan yang putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bisa menjalani pendidikan di BLK.

Sekaligus mengagret kompetensi-nya baik di bidang mekanik, elektro dan lain-lain agar dididik.

Setelah mereka sudah berkompoten di bidangnya seperti dapat mengoperasikan alat berat, menggunakan sensor, mengoperasikan forklip, beko dan alat berat lain, akan dibawa sekaligus ditawarkan ke pasar luar.

“Ya, pasar luar itu entah ke perusahan sawit maupun perkebunan tebu di Sermayam-Merauke yang sedang berjalan dan sedianya beroperasi tahun 2028 mendatang,” ungkapnya.

Jika BLK  belum dibangun tahun ini, demikian Yanawo Yolmen, harus ada alternatif lain dipikirkan Pemerintah Provinsi Papua Selatan.

Misalnya saja mengirim anak-anak dari Papua Selatan antara 5-10 orang untuk belajar di Sorong, Jayapura maupun  Nabire karena di beberapa daerah dimaksud telah memiliki BLK.

“Saya mau katakan bahwa manfaat BLK sangat besar. Karena saya bicara dari pengalaman saat di LNG Tangguh. Dimana sebelum beroperasi, kami mempersiapkan anak-anak Papua selama lima tahun,” ujarnya.

Dengan demikian, begitu LNG Tangguh beroperasi, adik-adik OAP yang telah menjalani pendidikan di sejumlah BLK dengan kemampuan dimiliki—bekerja sebagai operator, mekanik dan lain-lain.

Yanawo Yolmen menambahkan, jika sumber daya manusia (SDM) OAP maupun non OAP tak disiapkan, dipastikan mereka menjadi penonton di negeri sendiri.

Ditambahkannya, keberadaan BLK telah disampaikan juga ke Gubernur Safanpo serta saat kegiatan Musrenbang beberapa waktu lalu.

Juga bersuara langsung ke Wakil Presiden RI, Gibran Rakabumingraka saat  kegiatan awal bulan November 2025 di Manokwari dan beliau sangat meresponi positif.

Penulis : Frans Kobun

Editor  : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *