Merauke, Suryapapua.com-Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel mendistribusi bantuan logistik bagi masyarakat di Kampung Danowage serta Distrik Yaniruma.
Pendistribusian tersebut, setelah dipastikan pesawat tak beroperasi lantaran insiden pembunuhan yang dilakukan kelompok kriminalitas bersenjata (KKB) terhadap Pilot-Copilot Pesawat Smart Air (Igon Irawan dan Basgoro) di Bandara Korowai beberapa waktu lalu.
Dari rilis yang diterima suryapapua.com Jumat (20/02/2026), Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengungkapkan, kejadian pembunuhan pilot-copilot itu mengakibatkan aktivitas ekonomi tidak berjalan baik, sehingga masyarakat disana membutuhkan bahan makanan.
“Kami mengumpulkan bahan makanan baik dari TNI/Polri serta pemrov maupun pemerintah kabupaten, hanya sulit didistribusikan saat itu,” jelas Gubernur Safanpo.
Alasannya, Kementerian Perhubungan menunda sementara penerbangan pesawat perintis dari dan ke Danawage-Yaniruma karena keamanan.
Sehingga, lanjut Gubernur Safanpo, bersama Bupati Boven Digoel bersurat ke Kemenhub RI agar ada izin khusus membawa bantuan logistik berupa bahan makanan ke Danowage dan Yaniruma.
Dengan surat dimaksud, jelasnya, Kemenhub tengah memberikan izin dan bantuan dapat dibawa ke Danowage dan Yaniruma.
“Memang sangat mendesak, namun kita bisa saling berkomunikasi baik antara Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Pemkab Boven Digoel termasuk bersama aparat TNI/Polri,” katanya.
Pemerintah, menurutnya, akan terus membantu sampai situasi kambtimas benar-benar pulih kembali seperti sedia-kala dan aktivitas perekonomian masyarakat normal.
“Saya sudah berkoordinasi dengan aparat TNI-Polri agar terus membantu mendampingi masyarakat disekitar lokasi kejadian,” ungkapnya.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun








