Menuju HUT Merauke ke-124, ini Pesan dan Refleksi Romanus Mbaraka! Jangan Lupa Orang Marind

Laporan Utama1,044 views

Merauke, Suryapapua.com– Romanus Mbaraka, Mantan Bupati Merauke dua periode memberikan pesan, sekaligus refleksi sehubungan Hari Ulang Tahun (HUT) Merauke ke-124 tahun yang jatuh  tanggal 12 Pebruari 2026.

Berbagai hal dan atau point penting disampaikan mulai dari pembangunan, pemberdayaan ekonomi rakyat, pendidikan, kesehatan, infrastruktur  dan lain-lain yang perlu digenjot dan atau ditingkatkan.

Saat bincang-bincang dengan suryapapua.com di kediamannya Senin (09/02/2026), Romanus Mbaraka mengungkapkan, 124 tahun adalah usia sangat panjang. Jika dianalogikan dengan usia manusia, merupakan hadiah dari Tuhan.

Ketika usia suatu daerah telah memasuki 120-an  tahun, seharusnya menjadi daerah mandiri dalam hal pendapatan.

Lalu income perkapita atau minimal kesejahteraan rakyat di wilayah setempat. Mungkin yang tak sejahtera dibawah 10 persen.

“Kita bersyukur bahwa di usia Merauke ke-124,  kita masih hidup bersama- sama dari seluruh Nusantara yang mendiami  bumi Anim Ha. Kita hidup penuh damai, cinta serta kasih sayang,” ungkapnya.

Mengapa, karena ada satu semboyan yang  merupakan turunan dari Bhineka Tunggal Ika.

Dimana, jelasnya,  kalau boleh semboyang itu tak hilang dari telinga-pendengaran—pelupuk mata semua orang  atau baik dari tangan serta pikiran  yang oleh orang Marind disebut Izakod Bekai-Izakod Kai atau Satu Hati-Satu Tujuan.

“Khusus di tanah ini, kita  hidup beraneka ragam suku bahkan telah menjadi tuan di negeri ini—- itu harus diakui. Olehnya kebersamaan menjadi sesuatu yang harus  tetap dirawat,” pintanya.

Dengan usia 124 tahun, Merauke terus tumbuh sampai sekarang.  Pertumbuhannya luar biasa.

Sebut saja,  provinsi yang selama ini hanya bicara di bibir dalam pikiran serta angan- angan, puji Tuhan menjadi nyata.

“Nah provinsi sudah jalan hingga 2026. Kalau dihitung kurang lebih 4 tahun. Jangan dihitung dari pemilihan gubernurnya, tetapi  dari  penjabat  Gubernur Papua Selatan hingga definitif sekarang yang dinahkodai Apolo Safanpo-Paskalis Imadawa,” katanya

Provinsi Papua Selatan, bukan baru tumbuh di suatu tempat baru, namun tumbuh di Kota Merauke yang  telah berkembang sekitar 120-an tahun.

Dimana, menurut Romanus, infrastruktur dasar di seluruh wilayah Selatan Papua, khususnya di kabupaten Merauke termasuk kota, sudah memadai baik jaringan jalan, jembatan, listrik serta telekomunikasi maupun transportasi (moda transportasi laut, udara serta darat).

Khusus berkaitan sumber pendapatan masyarakat yang biasa memberikan kontribusi ketika masyarakat mengelola-nya secara baik adalah pertanian.

Dimana orang akan mendapatkan uang dengan menjual beras, sayur, ikan, daging dan lain-lain. Ini  sumber pendapatan yang sudah jelas.

Lalu  melihat padatnya Merauke sekarang, mungkin bergeser ke sektor jasa yang meningkat.

Selain teman- teman yang sudah  memiliki toko, masyarakat dengan pola pendampingan UMKM, akan mendapatkan uang dari jualan kecil-kecilan seperti cilok, kacang rebus  dan lain sebagainya.

Untuk sektor perikanan, selain ikan beku campuran, gelembung, sirip, mungkin juga kulit buaya yang dapat dipasarkan dan atau dijual.

Soal industri, terdapat perkebunan sawit maupun tebu. Ini juga sumber pendapatan, karena tenaga kerja terserap disana.

Romanus juga berharap sektor riil yang menjadi sumber pendapatan rakyat, agar terus didorong.

“Ketika saya masih menjabat Bupati Merauke periode pertama, mendorong program Gerbangku ke kampung-kampung agar uang  beredaar dan jatuh  ke tangan rakyat,” katanya.

Dana gerbangku dimanfaatkan untuk suatu kegiatan (tidak termasuk membangun rumah karena itu tanggungjawab pemerintah), uangnya kembali berputar di kampung tersebut.

Terkait kamtibmas, agar tak menonjol kasus kriminalitas, harus dibuat sungguh-sungguh dengan kekuatan rakyat di seluruh sub-urban kota.

“Bahwa ada Polri serta TNI, namun peran rakyat dimaksimalkan agar mereka ciptakan kamtibmas terlebih dahulu  dalam diri masing-masing,” jelasnya.

“Pengalaman saya jadi bupati, setiap RT diberdayakan  melalui  dukungan dana segar Rp30 juta dan diwajibkan membangun pos kamling sekaligus menjaga keamanan. Puji Tuhan, situasi aman-kondusif selalu,” tandasnya.

Lalu anak-anak muda diberdayakan melakukan kegiatan riil seperti membabat rumput diberbagai titik setiap hari sekaligus diberikan upah.

“Ya, ini pengalaman saya. Kalau kurang bagus, tak perlu ditiru,” ujarnya merendah.

Begitu juga kerjasama dengan Polri  membangun Pos Kuda Mati serta di Polder. Juga bantuan motor 10 unit ke Polri agar  patroli gerak cepat demi ketertiban serta keamanan daerah.

Romanus kembali mengharapkan agar di HUT ke-124, Merauke tumbuh menjadi sebuah daerah mandiri, indah, hidup penuh cinta, damai-aman serta tenteram—tempat idaman bagi semua orang.

Jangan Lupa Orang Marind

Pesan terakhir Romanus Mbaraka agar semua orang Nusantara yang mendiami negeri ini, jangan lupa orang kulit hitam-rambut keriting yakni orang Marind.

“Kalau mereka ada di samping kiri—kanan dan  kalau mereka punya hak, berilah sekaligus lindungi,” pintanya.

Jika orang Marind belum maju, cari jalan  dan berikan kemajuan. Juga kesempatan mereka sekolah serta berkembang. Jangan lupa lindungi tanah mereka, rumah serta anak-anaknya.

Juga  beri pelayanan kesehatan  secara baik, agar mereka tumbuh sejajar dengan orang lain yang hidup di tanah ini. Ingat.. orang Marind sangat baik kepada siapapun.

“Kita semua tinggal, hidup serta dapat uang dan makan  diatas tanah mereka. Mari kita berikan sedikit ruang dalam hati sanu-bari kita melalui kasih sayang,” ungkap Romanus.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *