Lepas Touring KSC Menuju Jembatan Tamulik-Merauke, Romanus Mbaraka: ‘Tak ada Muatan Politik’

Laporan Utama140 views

Merauke, suryapapua.com– Sabtu (22/08/2026) sekitar pukul 10.00 WIT—tepatnya di Libra, Romanus Mbaraka (Mantan Bupati Merauke dua periode)  melepas secara resmi touring motor vespa yang tergabung dalam  Komunitas Kandara Scooter Club (KSC)  Provinsi Papua Selatan untuk bergerak ke Jembatan Tamulik, Distrik Okaba.

Dari pantauan suryapapua.com, pelepasan ditandai  pengangkatan bendera oleh Romanus Mbaraka.

Sebelum pelepasan, didahului doa sekaligus sepata-dua kata dari Romanus Mbaraka yang juga adalah  sesepuh KSC.

Selanjutnya Romanus Mbaraka didampingi isterinya, Ny. Imelda Mbaraka menghantar puluhan pengendara vespa sampai pertigaan jembatan rusak Kurik menuju Wapeko.

Setelah itu pulang dan besok Minggu (23/08/2026) pagi, Romanus Mbaraka bersama isterinya akan bergerak kembali  menuju Jembatan Tamulik untuk bersama puluhan anggota KSC membentangkan Bendera Merah Putih.

“Saya ingin garisbawahi, touring vespa yang saya lepas, tidak ada muatan politik sama sekali. Kalau ada muatan politik, saya nyatakan mundur,” tegasnya.

Doa bersama dengan Romanus Mbaraka sebelum touring ke Jembatan Tamulik-Okaba – Surya Papua/Frans Kobun
Doa bersama dengan Romanus Mbaraka sebelum touring ke Jembatan Tamulik-Okaba – Surya Papua/Frans Kobun

Menurutnya, kegiatan touring  yang dilakukan KSC yakni ingin membuat sesuatu bermanfaat bagi negeri ini, juga masyarakat Kabupaten Merauke.

Jadi, lanjut Romanus,  KSC selalu membuat kegiatan nyata dan bermanfaat bagi banyak orang.

“Saya berikan contoh— dulu Sota kurang dikenal, namun ketika KSC melaksanakan ibadah bersama disana melibatkan  warga setempat, juga masyarakat dari Papua Nugini (PNG) serta membangun Tugu Nol Kilometer, mulailah orang mengenal Sota serta berdatangan kesana,” ujar dia.

Belum lagi dengan hadirnya PLBN Sota, semakin terkenal lagi sampai sekarang.

Lalu, lanjutnya, saat KSC ke Boven Digoel dan mengunjungi penjara Bung Hata, tak lama kemudian  datanglah anak perempuan Bung Hatta.

Dari situlah sejumlah ruas jalan penghubung menuju ke Boven Digoel yang sebelumnya rusak parah, dilakukan pengaspalan.

“Jadi, ada sejumlah tempat yang dikunjungi  KSC, puji Tuhan—alhamdulilah mendapat perhatian pemerintah pusat,” ujarnya.

Untuk kali ini ide touring, jelasnya, sudah sempat didiskusikan bersama sejumlah pengurus KSC dan dirinya saat mereka datang di rumah—bertepatan dengan ulang tahun.

“Dari diskusi, disepakati touring ke Jembatan Tamulik-Okaba, sekaligus membentangan Bendera Merah Putih,” ujarnya.

Selain itu mempromosikan ke pemerintah  jalan agar dapat diaspal, karena merupakan penghubung dengan Kabupaten Mappi, apalagi  Jembatan Tamulik telah dituntaskan.

Tujuannya agar ketika jalan mulus, ekonomi dengan sendirinya tumbuh serta pembangunan lancar, juga orang pergi pulang membawa hasil untuk dijual.

Dengan touring, sekaligus membantu promosi Jembatan Tamulik yang merupakan hasil karya Romanus Mbaraka diakhir masa jabatan-nya sebagai Bupati Merauke, setelah membangun komunikasi langsung bersama Menteri PU di zaman pemerintahan Joko Widodo.

Mestinya, demikian Romanus, begitu jembatan selesai dibangun, berbarengan pula pengaspalan jalan ke Banamepe serta Digoel.

“Ya, mungkin komunikasi belum lancar, sehingga jalan itu masih kategori jalan penderitaan sampai sekarang,” katanya.

Diakui Romanus, tujuan ke Jembatan Tamulik yakni membentangkan Bendera Merah Putih berukuran raksasa—masih dalam rangkaian HUT ke-81 RI.

Sekaligus membuat ceritera disana untuk diangkat melalui media online maupun media sosial memohon kepada pemerintah pusat agar jalan diaspal.

“Kita hadir disana tidak menyinggung dan menjelekkan pemerintah, tapi membantu agar daerah ini bisa tumbuh. Karena ketika jalan bagus, orang bisa jualan lancar dan aktivitas ekonomi dengan sendirinya pun hidup,” tandasnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *