oleh

Penganiayaan di Lokalisasi Yobar, Oknum Anggota TNI AD Dan Korban Berdamai

Merauke, Suryapapua.com– Oknum anggota TNI Angkatan Darat (AD ), Serma HD bersama beberapa rekannya  yang berulah  di Lokalisasi Yobar Jumat (14/1) dengan melakukan penganiayaan terhadap empat warga (pengunjung) disitu, bersepakat berdamai dan menyelesaikan secara kekeluargaan.

Kesepakatan berdamai itu dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani perwakilan keempat korban, Asrul Udin (pihak pertama)   serta  oknum TNI AD, Serma HD (pihak kedua).

Saat dihubungi melalui ponselnya Minggu (16/1), perwakilan para korban, Asrul Udin membenarkannya. “Betul telah ada  penyelesaian secara kekeluargaan dan saya mewakili keempat korban. Itu ditandai penandatanganan surat  diatas meterai,” ujarnya.

Dari surat yang diterima Surya Papua, sejumlah point penting  dituangkan dalam pernyataan tersebut, baik antara Asrul Udin dan Serma HD.

Isi  pernyataan itu tidak lain pihak pertama (Asrul Udin) meminta kepada Serma HD tak mengulangi perbuatannya. Lalu bersangkutan harus diberikan sanksi sesuai apa yang telah diperbuat.

Selain itu Serma HD dipindahkan atau tak berdinas di kota. Lalu pihak pertama juga  tak akan menuntut dikemudian hari kepada bersangkutan.

Dalam surat itu juga, Serma HD bersedia memberikan biaya pengobatan tehadap para korban hingga pulih kembali. Juga  berjanji tidak mengulangi perbuatan yang telah dilakukan .

“Betul kami menandatangani surat pernyataan secara bersama-sama secara sukarela dan tanpa tekanan dari pihak manapun,” ungkap Asrul.

Diberitakan sebelumnya, oknum anggota TNI AD, Serma HW  membuat keributan di Lokalisasi Yobar, Kelurahan Samkai. Dari keterangan  salah seorang saksi, ia bersama Serma HW didampingi ‘kekasih gelapnya’ serta  beberapa rekan lain, melakukan karaoke di salah satu barak dari pukul 21.00-24.00 WIT Waktu Indonesia Timur (WIT).

Sambil karaoke, meneguk minuman keras (miras).  Usai dari itu, mereka keluar secara bersamaan.

Saksi lain yang juga korban mengaku  sempat mengambil video. Hanya saja oknum anggota itu tak menerima baik dan meminta dihapus. Beberapa saat kemudian, ia memilih pulang ke rumah, karena keesokannya harus melaut.

“Tiba di rumah, bos saya dan beberapa rekan lain meminta  kembali ke Lokalisasi Yobar untuk buka  ruangan, sekaligus karaoke,” ungkapnya.

Setelah satu jam karaoke, mereka keluar. Disitulah bertemu Serma  HW  dan tanpa bertanya, memukulinya di pipi hingga memar.

Usai melakukan tindakan main hakim sendiri itu, rekan-rekannya balik  mengeroyok Serma HW.  Beberapa saat kemudian, Serma HW  menghubungi  teman lain yang juga anggota TNI  untuk datang ke Lokalisasi Yobar dan merekapun tiba.

Selanjutnya menganiaya sejumlah orang hingga ‘nyonyor.’ Akibat penganiayaan tersebut,  tiga diantaranya mengalami luka serius dan sampai sekarang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *