Gubernur Safanpo: Perayaan Paskah Bukan Sekedar Simbol

Laporan Utama218 views

Merauke, Suryapapua.com– Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengikuti perayaan Minggu Paskah bersama 1.000-an umat di Gereja Katolik Santa Theresia Buti-Merauke.

Selain itu juga, sejumlah pejabat baik di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Selatan serta Pemkab Merauke.

Dalam sambutannya usai perayaan Paskah Minggu (05/04/2026), Gubernur Safanpo menyampaikan atas nama pemerintah serta masyarakat di empat kabupaten, mengucapkan selamat merayakan hari raya Paskah.

Semoga kebangkitan Yesus, membawa semangat baru bagi semua orang  agar bangkit serta terus berkarya melayani serta mengabdi dalam panggilan tugas masing-masing.

Paskah, lanjut Gubernur Safanpo,  adalah pusat dari seluruh liturgi serta pusat dari iman Gereja Katolik.

Rasul Paulus mengatakan, “Kalau Tuhan  Yesus tak bangkit, maka sia-sialah iman kita.”

“Jadi hari ini adalah pusat dari segala liturgi dalam  Gereja Katolik. Kita ibaratkan seluruh liturgi seperti nafas kita, maka Paskah adalah jantung kita yang berdenyut,” ungkapnya.

Perayaan Paskah bukan sekedar simbol, bukan metafora, bukan lambang biasa, tetapi Paskah adalah peristiwa sejarah—iman.

“Ketika kita hadir disini bukan hanya memperingati, tetapi turut serta dan ikut mengambil bagian dalam peristiwa Paskah yakni sejarah Yesus yang meliputi sengsara, wafat serta bangit,” katanya.

Dalam perjalanan ke Yerusalem dan masuk di Kampung Kafernaun, Yesus menyembuhkan orang sakit.

Setelah itu, DIA berjalan menuju Yerusalem. Jadi Tuhan Yesus jalan ke Yerusalen untuk peristiwa Paskah.

“Hari ini adalah hari kemenangan. Mari kita rayakan Paskah penuh rasa sukacita. Pesta Paskah adalah pesta iman kita semua dengan terus bekerja melayani sesama dimanapun ditugaskan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Safanpo menyampaikan apresiasi koor dari Stasi Payum, Yobar, Kombas serta etnis Tanimbar pada perayaan Minggu Paskah.

Sebagai dukungannya, Gubernur Safanpo memberikan bantuan berupa peralatan mulai dari gitar dan sejumlah alat musik lain untuk masing-masing koor atau paduan suara.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *