Merauke, Suryapapua.com– Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo menyebut, 38.000 lebih anak di empat kabupaten (Merauke, Boven Digoel, Mappi serta Asmat), tidak sekolah.
“Nyaris tembus 40.000 anak di Papua Selatan tidak mengenyam pendidikan— separuh dari jumlah anak yang sekolah,” ungkap Gubernur Safanpo saat membuka workshop pendataan identifikasi penanganan dan pemetaan anak tidak sekolah yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) setempat di Hotel Halogen Rabu (08/05/2026).
Untuk perinciannya, anak tidak sekolah di Kabupaten Asmat sebanyak 14.623 orang, Boven Digoel 4.153 orang, Mappi 12.445 orang serta Merauke 7.511 orang.
Dengan demikian, total atau jumlah keseluruhan anak tidak sekolah adalah 38.714 orang.
Data dimaksud sesuai dari Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Pusdatin Kemendikdasmen).
“Data awal sudah ada— tinggal kita validas dan kroscek untuk mengukur tingkat akurasinya,” jelas Gubernur Safanpo.
Lebih lanjut Gubernur Safanpo mengungkapkan, kata orang bijak, “Kalau mau dilihat masa depan suatu bangsa, masa depan suatu kaum, kalau mau lihat masa depan suatu komunitas, cukup melihat anak-anak mudanya.”
Jika anak-anaknya baik dan mengenyam pendidikan baik disertai sistem pendidikan baik pula, maka orang bisa memprediksi bahwa kaum ini, komunitas ini–bangsa ini akan menjadi bangsa baik dimasa akan datang.
Saat ini, lanjutnya, perkembangan sangat cepat. Sehingga jika tidak dilakukan langkah-langkah kecil dari sekarang, maka akan tertinggal dengan daerah-daerah lain.
Gubernur Safanpo kembali mengutip kata Nelson Mandela bahwa,”Pendidikan itu senjata yang ampuh untuk bisa mengubah dunia—peradaban.”
“Saya berharap kegiatan workshop pendataan identifikasi penanganan dan pemetaan anak tidak sekolah (ATS) akan memberikan manfaat optimal bagi pelaku pendidikan di Provinsi Papua Selatan,” pintanya.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun









