Forum Anak Guru Merauke Terbentuk, Krispinus Palobo: ‘Itu Ide Brilian Bapak Yoseph Bladib Gebze’

Merauke, Suryapapua.com– Forum Anak Guru Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan akhirnya terbentuk yang ditandai dengan Musyawarah Daerah (Musda).

Pelaksanaan Musda berlangsung Jumat (01/05/2026) di auditorium kantor bupati itu, dibuka secara resmi oleh Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze.

Ketua Panitia Musda Forum Anak Guru Kabupaten Merauke, Krispinus Palobo dalam laporannya mengungkapkan,” Hari ini kita menjadi murid bersama untuk belajar bagaimana membangun Forum Anak Guru.”

Gagasan dan atau ide untuk dibentuk Forum Anak Guru, demikian Palobo, datang dari Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze.

“Ya, beliau adalah anak guru yang memberikan ide serta gagasan kepada kami. Sehingga kami bersepakat membentuk panitia kecil dan jadilah ide itu hingga  sekarang kita berkumpul,” ungkapnya.

Jika dilihat dari data guru aktif di Kabupaten Merauke, jelas dia, sebanyak  4.305 orang.

“Bagi kami, kehadiran Forum Anak Guru Merauke  sangat potensial untuk pembangunan daerah serta kemajuan pendidikan,” katanya.

Forum Anak Guru hadir bukan untuk kumpul-kumpul— meskipun kumpul itu penting, namun lebih dari itu memperkuat silaturahmi serta memperkuat kekeluargaan, juga ikut ambil bagian dalam pendidikan.

“Kedepan kita harap forum  dimaksud tak hanya aktif di kota, tetapi sampai ke kampung-kampung. Karena anak guru ada dimana-mana. Lalu bukan hanya berdiri  di depan papan tulis, tetapi di berbagai bidang,” jelasnya.

Foto bersama usai pembukaan Musda Forum Anak Guru Merauke – Surya Papua/IST
Foto bersama usai pembukaan Musda Forum Anak Guru Merauke – Surya Papua/IST

Bukan Plat Merah

Sementara Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze dalam sambutannya mengatakan, munculnya ide untuk Forum Anak Guru terinspirasi setahun silam ketika dirinya diundang dalam kegiatan Musda PGRI.

“Kita mendengar sambutan Ketua PGRI Pusat yang membeberkan berbagai hal, tantangan termasuk juga hak-hak para guru,” katanya.

“Jadi Itulah yang membuat saya tergelitik, agar profesi guru semakin dihargai berbagai kalangan,” ungkapnya.

Tentu semua orang bersepakat bahwa profesi guru sangat menentukan kemajuan bangsa dan daerah, menciptakan sumber daya manusia (SDM) dan lain-lain.

“Itulah  yang mendorong kami berdiskusi dengan beberapa teman termasuk ketua panitia, Krispinus Palobo agar dibentuk satu forum yang di dalamnya adalah anak guru,” jelasnya.

Dengan dibentuknya Forum Anak Guru, maka hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan para guru serta pendidikan, dapat dibicarakan secara baik, sekaligus menghasilkan pemikiran- pemikiran cerdas untuk kemajuan Merauke.

“Ya mungkin suatu saat akan dibentuk Forum Anak Guru Provinsi Papua Selatan, tetapi  sementara kita memulai dari Kabupaten Merauke dengan suatu keyakinan dapat menghasilkan pemikiran baik  demi pengembangan pendidikan serta berkontribusi untuk kemajuan Kabupaten Merauke kedepan,” tandasnya.

Lebih lanjut Bupati Bladib Gebze mengungkapkan, kini menjadi pertanyaan hendak dibawa kemana Forum Anak Guru? Apakah ini forum ikut-ikutan?

“Saya mempertegas bahwa Forum Anak Guru bukan plat merah atau warna pelangi serta tak berafiliasi dengan parpol, tetapi murni organisasi anak anak guru yang suka berkontribusi berpikir membangun daerah ini,” tegasnya.

Jadi harapannya adalah soliditas terus dibangun. Satu—dua atau jumlah banyak anak guru berkumpul, ada hal besar dapat dipecahkan bersama-sama.

“Memang orangtua  adalah guru, namun kita sekarang  mempunyai profesi berbeda— ada ASN, polisi, tentara, swasta dan lain-lain,” ungkapnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *