Merauke, Suryapapua.com-Terhitung dua hari sejak kemarin, masyarakat pemilik hak ulayat marga Mahuze dari Nasem melakukan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Dengan adanya aksi pemalangan tersebut, aktivitas di kantor lumpuh total dan atau tidak berjalan.
Dari pantauan suryapapua.com Rabu (03/06/2026), pemalangan ditandai dengan melakukan ritual adat Marind.
Selain janur diikat di beberapa tempat di kantor dinas, juga atribut adat lain diletakan di halaman sekitar, sekaligus sebagai pengingat tidak boleh ada aktivitas pelayanan.
Pemalangan dilakukan sebagai buntut belum diselesaikan pembayaran secara keseluruhan oleh Pemerintah Kabupaten Merauke.
Simon Balagaize, Intelektual Marind yang dimintai komentarnya mengakui kalau sejak dua hari Kantor Dinkes Merauke dipalang.
“Saya juga sudah datang dan melihat secara langsung di lokasi pemalangan. Dimana masyarakat melakukan ritual adat dengan memasang sasi,” jelasnya.
Tindakan yang dilakukan masyarakat pemilik hak ulayat Marga Mahuze itu sebagai bentuk protes terhadap pemerintah setempat, lantaran belum tuntasnya pembayaran ganti rugi tanah dimaksud.
Simon berharap pemerintah dibawah kepemimpinan Yoseph Bladib Gebze-Fauzun Nihayah segera mengambil langkah konkret untuk penyelesaian.
Jika digantung tanpa kejelasan pembayaran, demikian Simon, sasi tak akan dibuka dan masyarakat dari Nasem tetap akan tinggal di kantor tersebut.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun






