Merauke, suryapapua.com– Seruan sekaligus aksi turun jalan dilakukan Solidaritas Merauke dan For Mama sebagai bentuk penolakan keras terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Aksi yang dilangsungkan dengan start dari Lingkaran Brawijaya (Libra) Merauke Rabu (02/09/2026) itu, tujuan akhir di kantor bupati, sekaligus ingin berdialog secara langsung bersama Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze.
Dari pantauan suryapapua.com, dalam aksi tersebut, selain masyarakat mengenakan atribut adat, Salib Merah-pun ikut dibawa sebagai suatu bentuk perlawanan kepada pemerintah setelah hadirnya PSN yang telah ‘meluluh-lantakan’ hutan masyarakat Malind.
Selain itu juga, mereka melumuri muka dengan lumpur putih ke wajah sebagai simbol duka mendalam, kesedihan serta ratapan.
Sementara itu, sejumlah tuntutan disuarakan yakni cabut SK Bupati Merauke yang merugikan masyarakat serta merusak lingkungan.
Berikutnya, hentikan perampasan tanah adat dan ruang hidup masyarakat Malind.
Lalu stop deforestasi yang menghancurkan hutan dan masa depan orang Malind.
Terakhir, akui dan lindungi hak- hak masyarakat adat sesuai hukum dan adat.
Salah satu bentuk aksi yang dilakukan ini, juga mengawal gugatan masyarakat adat Malind yang tengah berlangsung di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura.
Gugatan masyarakat adat Malind itu sehubungan SK Bupati Merauke Nomor 100.3.3. 2/1105 Tahun 2025 yang telah memasuki tahap akhir yakni putusan oleh majelis hakim PTUN Jayapura yang sedianya berlangsung Kamis 3 September 2026.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun










