Merauke, Suryapapua.com– Pastor Pius Manu, salah seorang rohaniawan Katolik di Keuskupan Agung Merauke (KAME) angkat bicara, setelah Mama Sinta Moiwen dibawa secara diam-diam ke Jakarta beberapa hari lalu tanpa sepengetahuan keluarga.
Saat ditemui suryapapua.com Senin (01/06/2026), Pastor Pius meminta kepada Mama Sinta agar menarik laporan di Polda Metro Jaya dengan mengadukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua-Merauke.
“Ketika Mama Sinta bersikukuh melanjutkan laporannya, maka akan berada pada posisi terjepit,” ungkapnya.
Dimana, lanjut Pastor Pius, pihak LBH Papua Merauke-pun pasti telah mempersiapkan pengacara handal bersama bukti-bukti autentik yang dimiliki sebagai dasar melangkah lebih jauh.
“Memang saya sudah bertemu keluarga Mama Sinta dan mereka meminta agar kasusnya tidak dilanjutkan ke rana hukum hingga pengadilan,” katanya.
Pihak keluarga saat ini juga, jelasnya merasa terbebani, karena Mama Sinta menjadi bahan pembicaraan dimana-mana.
“Ya, keluarga sangat malu bahkan sampai menangis, karena menyangkut harga diri,” tegasnya.
Selama ini, Mama Sinta bersuara sangat keras dan lantang menolak proyek srategus nasional (PSN) untuk pembabatan hutan milik masyarakat Marind.
Namun yang disayangkan adalah, kenapa harus berbalik 360 derajat sekarang? Sepertinya ada sesuatu yang tidak logis sedang dialami Mama Sinta di Jakarta.
“Dengan menghadapi kekuatan besar begini, mama Sinta sebagai orang kecil dan masyarakat kampung, lebih baik ambil jalur tengah—-tarik kasusnya dan pulang ke kampung dan tak perlu terlibat dalam persoalan terkait PSN,” pintanya.
Intinya tidak muncul sebagai orang yang pro maupun kontra. Biarlah hidup sebagai masyarakat di kampung.
Pastor Pius mengaku, pihak keluarga menginginkan agar Mama Sinta dipulangkan. Jika tidak, beberapa keluarga berencana akan mencari jalan terbang ke Jakarta menjemputnya secara langsung.
Ditambahkannya, sekarang ini orang tidak bicara atau berpolemik tentang PSN, tetapi Mama Sinta dijadikan sebagai batu loncatan untuk pengalihan isu ke hal lain di luar apa yang lantang digaungkan terkait pembabatan hutan.
“Saya melihat setelah Film Pesta Babi ditayangkan dan viral dimana-mana serta Mama Sinta sebagai ‘aktor’ utama berusara lantang soal hutan, menjadi incaran pihak tertentu belakangan hingga dibawa secara diam-diam ke Jakarta,” tandasnya.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun






