Yesus Bangkit, Sukacita Umat Katolik! Tiga Pesan Pastor Matruty bagi Umat Paroki Santa Theresia Buti-Merauke

Laporan Utama281 views

Merauke, Suryapapua.com-“Yesus telah bangkit. Hari ini DIA telah bangkit, setelah wafat di Kayu Salib menebus dosa umat manusia—umat bersukacita.”

Demikian disampaikan Pastor Simon Petrus Matruty dalam khotbahnya pada Minggu Paskah (05/04/2026) yang dipadati 1.000-an umat Katolik.

Pada kesempatan tersebut, Pastor Matruty menyampaikan tiga hal sekaligus pesan kepada seluruh umat Katolik di Paroki Santa Theresia Buti—bertepatan dengan kebangkitan Yesus Kristus.

Pertama, jadilah sebagai saksi kebangkitan Kristus. Paskah menghantarkan semua umat tumbuh dalam iman, juga menghantar setiap orang berbuat baik dalam hidup.

“Dimanapun kita berada, tetapkankah dirimu, saya ingin bersaksi tentang Kristus yang sudah bangkit,” pintanya.

“Saya ingin mengatakan Kristus yang sudah bangkit, menjadi sumber kekuatan bagi umat agar berubah serta berkembang,” katanya.

Kedua, Tuhan mengatakan,” Arahkanlah pandanganmu bukan hanya ke dunia, tetapi  juga  surga.”

Setiap pekerjaan yang dibuat sesudah Paskah baik sebagai nelayan, ASN, rumah tangga dan lain-lain, juga untuk mencari kerajaan Allah.

Persembahan yang diibawakan Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo bersama umat serta sejumlah pejabat lain – Surya Papua/Frans Kobun
Persembahan yang diibawakan Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo bersama umat serta sejumlah pejabat lain – Surya Papua/Frans Kobun

“Kita bekerja dengan baik bukan mendapat untung dan lain sebagainya sesudah Paskah, tetapi harus kerja jujur agar mendapatkan surga. Arahkanlah pandanganmu ke surga, jangan datar-datar saja,” pinta Pastor Sipe lagi.

Jika orang bekerja dan beramal serta pandangan diarahkan  keatas, semua pekerjaan yang dijalankan akan mendatangkan sukacita.

Ketiga, dalam hidup—ada yang jadi pemimpin maupun bawaan, juga masyarakat biasa.

“Tidak dapat dipungkiri kalau kadang dalam hidup kita, pemimpin itu lemah,” ujarnya.

Lebih lanjut Pastor Sipe mengungkapkan, hidup baik dan teratur itu didasarkan kepada saling menghargai dan menghormati.

Paskah membawa suatu harapan baru bahwa hidup akan teratur ketika saling menghormati pemimpin. Hidup orang akan kacau tatkala tak menghormari pemimpin-nya.

“Saya menegaskan bahwa Paskah telah menguburkan ego. Paskah telah menghidupkan rasa penghargaan kepada kehidupan,” jelasnya.

Jika setiap orang saling menghormati dalam hidup serta memberi tempat bagi orang ditetapkan sebagai pemimpin untuk dihormati, hidup akan aman.

“Gereja Katolik tampil seperti itu yakni ketaatan sehingga bisa bertahan ribuan tahun menghadapi tantangan,” tegasnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *