Suara OAP Dari Kaiburse: “Kami Tak Punya Alsintan, Kami Juga Tak Punya Uang Beli Pupuk”

Laporan Utama229 views

Merauke, Suryapapua.com– Masyarakat dari Kampung Kaiburse, Distrik Malind, Kabupaten Merauke memiliki lahan persawahan sekitar 50 hektar. Dari luasan lahan tersebut, sesuai laporan penyuluh pertanian lapangan (PPL), kurang lebih sebelas hektar telah digarap. Sedangkan puluhan hektar lainnya  belum.

Itu diakibatkan oleh minimnya alat mesin pertanian (alsintan) untuk membajak lahan persawahan. Kondisi demikian, tentu menjadi harapan orang asli Papua (OAP) di kampung itu, agar dapat diresponi pemerintah setempat.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kampung Kaiburse, Yulianus Samkakai kepada Surya Papua di Kampung Padag Raharja, kemarin mengatakan, alsintan menjadi persoalan sangat serius.

“Lahan persawahan telah kami siapkan. Hanya saja semua belum dapat digarap, mengingat minimnya alsintan. Sehingga perlu langkah cepat diambil Pemkab Merauke,” ungkapnya.

Jika alsitan ada, tentu masyarakat tak harus meminjam dari kampung tetangga  membajak lahan. “Saya sebagai ketua gapoktan, memberikan jaminan ketika alsintan diberikan, akan dimanfaatkan dengan baik, lalu terus dirawat  untuk kepentingan bersama di kampung,” ungkapnya.

Petani dari Kampung Kaiburse, Fransiskus Samkakai-Surya Papua/Frans Kobun
Petani dari Kampung Kaiburse, Fransiskus Samkakai-Surya Papua/Frans Kobun

Petani dari Kaiburse lainnya, Fransiskus Samkakai mengaku, selain kendala alsintan, juga pupuk. Ini  menjadi factor penyebab masyarakat tak bisa buka lahan dalam skala luas.

“Kami tak bisa beli, meskipun itu pupuk subsidi yang dijual dengan harga subsidi.  Karena sumber pendapatan OAP tak menentu, hanya mengandalkan kelapa maupun menjaring,” ujarnya.

Dia pun mendukung  100 persen langkah yang diambil Bupati Merauke, Romanus Mbaraka agar pembelian pupuk  menggunakan dana kampung. Tentu ini sesuatu sangat menggembirakan. Jangan hanya pembangunan fisik diperhatikan, tetapi pemberdayaan ekonomi juga perlu diutamakan.

“Terus terang, saya senang sekali begitu mendengar apa yang disampaikan Bapak Bupati Merauke bahwa dana kampung dapat digunakan beli pupuk, sekaligus dibagikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka sedang melakukan pertemuan bersama para kepala kampung dari Distrik Kurik dan Malind – Surya Papua/Frans Kobun
Bupati Merauke, Romanus Mbaraka sedang melakukan pertemuan bersama para kepala kampung dari Distrik Kurik dan Malind – Surya Papua/Frans Kobun

Bupati Instruksi  Geser Jonder

Setelah mendengar aspirasi dan masukan dari masyarakat kampung lokal di Kaiburse, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka langsung meginstruksikan kepada Kepala Dinas Pertanian setempat, Ratna Lauce agar menggeser satu unit jonder ke sana. Karena pasti sangat dibutuhkan masyarakat, apalagi sudah memasuki musim tanam sekarang.

“Hari ini juga, kepala dinas bersama PPL serta Gapoktan Kaiburse sama-sama ke kota membuat berita acara, sekaligus ditandatangani bersama. Lalu langsung membawa jonder ke kampung,” ujarnya.

Bupati berpesan jonder yang diberikan pemerintah, digunakan dengan sebaik mungkin. Setelah membajak lahan, dibersihkan,  agar tetap bertahan lama.

Jika ada kerusakan, diatur bersama di kampung untuk diperbaiki. Tak boleh ada yang memperbaiki sendiri. Karena pengalaman  terjadi, ketika alsintan bantuan pemerintah diperbaiki sendiri, diklaim sebagai milik.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *