Merauke, suryapapua.com– Para Paskibraka Provinsi Papua Selatan, akhirnya menjalankan tugas serta tanggungjawab dengan baik saat mengibarkan Bendera Merah Putih pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Stadion Katalpal-Merauke.
Dari pantauan suryapapua.com Senin (17/08/2026), ribuan pasang mata mulai dari para pejabat, wakil rakyat serta masyarakat mengarahkan pandangan kepada Paskibraka saat bergerak masuk di Stadion Katalpal.
Derap langkah tegap tatkala memasuki arena lapangan. Suasana menjadi hening— hanya terdengar langkah kaki Paskibraka.
Saat tiba sejajar dengan Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, Frederika Ketewa Kawap sebagai pembawa baki, mulai melaksanakan tugas serta tanggungjawabnya.
Dengan langkah pasti serta tepat, menapaki anak tangga menerima Bendera Merah Putih dari Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo untuk selanjutnya akan dikibarkan.
Usai menerimanya, Frederika-pun dalam posisi membelakangi bergerak turun, sekaligus bersama-sama dengan anggota Paskibraka lain memasuki lapangan guna pengibaran Bendera Merah Putih.
Bertindak sebagai Pengibar Bendera Merah Putih yakni Hatenatus Wagasu, Efesus Toro dan Fransisco Saverio Rangga.
Lagu Indonesia Raya berkumandang dan ketiganya dapat mengibarkan Bendera Merah Putih dengan baik serta lancar.
Usai mengibarkan Bendera Merah Putih, pasukan Paskibraka-pun meninggalkan lapangan upacara.
Tepuk tangan dan aplaus dari para pejabat Pemerintah Provinsi Papua Selatan, DPRPS, MRPS, Pemkab Merauke serta ratusan masyarakat menggema ke langit angkasa di dalam Stadion Katalpal.
Dalam upacara HUT ke-81 RI itu, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo bertindak sebagai inspektur upacara.
Sementara Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan RI dan Ketua Majelis Rakyat Papua Selatan (MRPS), Damianus Katayu membacakan tegs UUD 1945.
Hari Bahagia
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo kepada sejumlah wartawan mengungkapkan, “Hari ini kita semua merayakan HUT ke-81 RI yang merupakan hari bahagia semua orang, lebih khusus masyarakat di Provinsi Papua Selatan.”
Diakui semua warga bangsa larut dalam kebahagiaan serta kegembiraan.
“Mari kita terus memupuk dan menumbuhkembangkan rasa persatuan serta kesatuan, kebersamaan, juga rasa nasionalisme untuk mengisi kemerdekaan yang telah diraih para pahlawan,” pintanya.
“Jadi, kita isi pembangunan, persatuan dan kesatuan agar tujuan pembangunan yakni masyarakat adil dan makmur dapat tercapai,” ungkapnya.
Keanekaramaan, lanjut Gubernur Safanpo adalah pemberian Tuhan. Tak ada satupun manusia mampu menciptakan keanekaragaman.
Oleh karena keanekaragaman adalah karya ciptaan Tuhan, maka tugas semua orang untuk menjaga.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun








