Sakramen Maha Kudus Diarak ke Rumah Umat di Lingkungan Yohanes Pembaptis-Paroki Santa Theresia Buti-Merauke

Laporan Utama173 views

Merauke, Suryapapua.com-Terhitung sejak tiga minggu lalu, Sakramen Maha Kudus diarak ke rumah-rumah umat di setiap lingkungan dalam wilayah Paroki Santa Theresia Buti-Merauke.

Untuk perdananya, Sakramen Maha Kudus yang dibawa langsung Pastor Simon Petrus Matruty (pastor paroki) didampingi  Dewan Pengurus Pastoral (DPP) Paroki Santa Theresia Buti serta Orang Muda Katolik (OMK), juga para misdinar, masuk di rumah-rumah umat di Lingkungan Antonius.

Pada dua minggu lalu, Sakramen Maha Kudus diarak ke rumah umat di lingkungan Cicilia serta Lingkungan Wilhelmus.

Lalu Minggu kemarin, Sakramen Maha Kudus diarak di rumah umat di Lingkungan Ludwina serta Hermanus.

Selanjutnya pada hari ini Minggu (12/07/2026), Sakramen Maha Kudus diarak ke rumah-rumah umat tepat pukul 10.00 WIT di Lingkungan Yohanes Pembaptis.

Kepada suryapapua.com, Pastor Paroki Santa Theresia Buti-Merauke, Simon Petrus Matruty mengungkapkan, nanti Minggu depan perarakan Sakramen Maha Kudus ke Komunitas Basis (Kombas) Dahuda.

Dari Dahuda, minggu berikutnya perarakan  Sakramen Maha Kudus ke Stasi Payum mulai 21-24 Juli 2026 di empat lingkungan disana.

Setelah empat lingkungan di Stasi Payum selesai, Demikian Pastor Sipe, Panggilan akrabnya, Sakramen Maha Kudus  diarak menuju Stasi Yobar.

Sasaran perarakan Sakramen Maha Kudus, jelas Pastor Sipe, tidak lain agar umat merasa diberkati, disayangi dan dicintai Tuhan Yesus Kristus.

“Dengan merasa dicintai serta diampuni Tuhan Yesus, umat diharapkan bisa tumbuh iman-nya,” pinta Pastor Sipe.

Iman yang tumbuh itu dapat dilihat dalam peningkatan partisipasi umat  melalui kehidupan menggereja serta tanggungjawab.

Lebih lanjut Pastor Sipe mengungkapkan, ada dua moment—makna dari perarakan Sakramen Maha Kudus, diantaranya umat dapat meningkatkan rasa tanggungjawab membangun gereja fisik melalui kolekte.

Selain itu, merasa sebagai bagian gereja universal. Jadi  ada dana mandiri wajib diberikan yang merupakan wujud tanggungjawab serta peningkatan iman.

Diakui Pastor Sipe, perarakan Sakramen Maha Kudus ke rumah umat di masing-masing lingkungan ini memasuki tahun kedua.

“Memang tahun pertama, masih natural serta ditata baik. Kalau sekarang mulai terarah baik dan kalaupun ada kekurangan sana-sini, tahun ketiga  diperbaiki,” ujarnya.

Sementara animo umat saat menerima kedatangan Sakramen Maha Kudus di rumah masing-masing, sangat tinggi.

Mereka tidak kemana-mana. Semua menanti  kehadiran sakramen.

“Begitu sakramen tiba, umat mengambil sikap berlutut, mengambil  sikap iman yang luar biasa. Karena sakramen hadir memberkati mereka,” katanya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *