SAH! Kepengurusan Enam Lingkungan, Stasi dan Kombas di Paroki Santa Theresia Buti-Merauke, Pastor Matruty: Harus Siap Berkorban Demi Tuhan

Laporan Utama261 views

Merauke, suryapapua.com– Suatu sejarah kembali ditorehkan di Paroki Santa Theresia Buti-Merauke.

Dalam perayaan misa Minggu (04/10/2026), kepengurusan enam lingkungan  yang terdiri dari Lingkungan Santo Antonius, Hermanus, Ludwina, Cicilia, Wilhelmus, Lingkungan Santo Yohanes Pembaptis serta pengurus Stasi Petrus–Paulus Yobar dan  Kombas Santu Paulus Dahuda dikukuhkan dan atau disahkan.

Mereka mendapatkan kepercayaan dari umat mengemban tugas serta tanggungjawab selama dua tahun– periode 2026-2028.

Dari pantauan suryapapua.com, sebelum dilakukan pengukuhan (dalam perayaan ekaristi) dipimpin Pastor Simon Petrus Matruty, Sekretaris Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santa Theresia Buti, Krispinus Palobo membacakan Surat Keputusan (SK) Pastor paroki.

Disaat membacakan nama-nama, pengurus inti yang terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara, dipersilahkan maju—berjejer di depan altar.

Sementara anggotanya tetap berada tempat duduk, namun dalam posisi berdiri.

Setelah semua berjejer di depan altar  serta pengurus yang berdiri di tempat duduk masing-masing, lalu mengikuti pengucapan janji dari  Pastor Simon Petrus Matruty.

Usai mengucapkan janji  guna menjalankan tugas serta tanggungjawab secara total melayani umat di masing-masing lingkungan maupun stasi serta kombas, Pastor Matruty turun dari mimbar, sekaligus mereciki para pengurus dengan air berkat.

Pastor Paroki Santa Theresia Buti, Simon Petrus Matruty mengungkapkan, para pengurus lingkungan, stasi maupun kombas telah diberikan kekuatan rohani melalui rekoleksi kemarin yang dipimpin Pastor Felix Amais, MSC.

Intinya, demikian Pastor Matruty, rekoleksi adalah mempersiapkan mereka menjadi pekerja-pekerja unggul di ladang Tuhan.

“Hari ini secara resmi mereka telah dikukuhkan dalam perayaan misa disaksikan ratusan umat di Gereja Santa Theresia Buti,” ungkapnya.

Para pengurus, jelasnya, adalah alat yang Tuhan ingin pakai guna membangun Gereja Santa Theresia Buti sebagai kerajaannya.

Diharapkan dengan revitalisasi atau pergantian kepengurusan ini, ada suasana maupun iklin serta manusia baru yang siap memperjuangkan visi Paroki Santa Theresia Buti menjadi sehat serta baik.

“Saya meminta kepada pengurus  agar menjadi perekat persatuan serta kesatuan seperti doa Yesus yakni semoga mereka semua bersatu,” pintanya.

“Jadi kita sebagai alat Tuhan memperjuangkan maksud-NYA agar bersatu serta mencari jiwa-jiwa serta melayani dan bukan dilayani,”pintanya lagi.

Lalu, tegas Pastor Matruty, harus siap berkorban demi Tuhan. Karena hidup ini milik Tuhan.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *