PP-PMKRI Desak Pemprov Papua Selatan Perkuat Kawasan Pariwisata Merauke

Laporan Utama602 views

Merauke, Suryapapua.com– Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI), Susana Florika Marianti Kandaimu  mendesak Pemerintah Provinsi Papua Selatan segera memperkuat dan mengoptimalkan pengembangan kawasan pariwisata di Kabupaten Merauke.

Desakan itu disampaikan Susan (panggilan;akrabnya) dalam rilis yang diterima suryapapua.com Sabtu (25/10/2025).

Dengan mengoptimalkan pengembangan kawasan pariwisata, demikian Susan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Selatan.

Bagi Susan, Merauke memiliki potensi pariwisata yang luar biasa namun belum dikelola secara maksimal.

“Merauke memiliki kekayaan alam, budaya dan posisi geografis yang strategis sebagai pintu gerbang Indonesia di wilayah timur. Potensi ini harus dimanfaatkan demi kesejahteraan rakyat Papua,” pintanya.

Dari cacatan PP PMKRI, lanjut dia, Merauke memiliki beberapa potensi unggulan yang perlu dikembangkan diantaranya

Pertama, potensi alam dan ekologi.

Taman Nasional Wasur dengan keanekaragaman hayati  tinggi, pantai-pantai indah di pesisir selatan serta landscape savana yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kedua, kekayaan budaya lokal

Keberagaman suku dan tradisi masyarakat adat Merauke menjadi aset budaya yang dapat dikemas menjadi wisata budaya berkelanjutan, sekaligus menghormati nilai-nilai lokal.

Ketiga, posisi geografis strategis

Sebagai kabupaten paling timur Indonesia, Merauke memiliki nilai simbolis dan strategis yang dapat menarik minat wisatawan untuk mengunjungi titik terjauh tanah air.

Potensi wisata pesisir Kabupaten Merauke sangat menjanjikan seperti sunset dan desa wisata pesisir.

Sebut saja, kampung wisata inkulturasi budaya yakni Urumb, Waninggap Nanggo dan Matara di Distrik Semangga.

Pontensi wisata Kabupaten Merauke untuk pesisir sungguh sangat menjanjikan untuk peningkatan ekonomi masyarakat pesisir yang adalah masyarakat asli Malind Anim dari 22 distrik  dan 179 kampung.

Namun demikian, katanya, abrasi akut dari Kondo – Okaba menjadi masalah dasar yang perlu ditanggapi cepat oleh daerah baik tingkat kampung, distrik,  kabupaten hingga provinsi.

Dengan demikian, potensi-potensi ekonomi pesisir bisa bangkit lewat hasil laut ataupun potensi wisata pesisir yang di kelola masyarakat setempat.

“Jadi saya meminta kepada Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo dan Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze  dapat menjadikan pariwisata Merauke sebagai  festival budaya,” pintanya.

Apalagi, jelasnya, telah dimulai  dan atau dijalankan Yayasan Maro Bangkit oleh Pastor Andreas Fanumbi menjadi program tahunan.

Provinsi Papua Selatan adalah daerah otonomi baru (DOB), sehingga perlu mendukung program-program kerja Gubernur Safanpo serta Bupati Bladib Gebze.

“Ya, tentunya dengan masukan dari  berbagai elemen untuk kemajuan Papua Selatan ke depan.  Sehingga menjadi salah satu daerah penghasil Pontesi laut,” pintanya.

Selain itu, perlu didorong pula usaha ekonomi kreatif bagi kalangan pemuda serta masyarakat melalui pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan dinas terkait guna mengurangi angka pengangguran.

“Kami mengusulkan beberapa langkah konkret yang perlu dilakukan Pemprov Papua Selatan yakni perbaikan infrastruktur pendukung pariwisata seperti jalan akses, bandara, pelabuhan maupun fasilitas umum di kawasan wisata,” pintanya lagi.

Selain itu, pengembangan SDM pariwisata lokal melalui pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha wisata dan masyarakat setempat.

Juga promosi dan branding kawasan wisata Merauke secara masif di tingkat nasional dan internasional.

Lalu keterlibatan masyarakat adat dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan terkait pengembangan pariwisata, perlindungan lingkungan dan budaya lokal, agar pembangunan pariwisata tetap berkelanjutan dan tidak merusak ekosistem serta nilai-nilai adat.

“Saya juga menekankan pentingnya prinsip pariwisata berkelanjutan yang tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi menjaga kelestarian alam dan menghormati hak-hak masyarakat adat sekaligus memberikan manfaat langsung kepada rakyat,” katanya.

Khusus kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar  memberikan dukungan penuh kepada Pemprov Papua Selatan dalam pengembangan sektor pariwisata di Merauke.

Tentunya dukungan dalam  bentuk alokasi anggaran khusus, pendampingan teknis dan kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku usaha wisata lokal.

“Kami dari PMKRI berkomitmen terus mendorong kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat Papua dan pembangunan berkeadilan,” tegasnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *