oleh

Persawahan di Distrik Waan Perlu Didorong Lagi, Ulukyanan : ‘Dulu Kan Pak Romanus Sudah Buka Jalan’

-Ragam-107 views

Merauke, Suryapapua.com – “Saya tahu kalau dulu saat Pak Romanus Mbaraka memimpin periode pertama 2011-2016, pernah dibuka lahan persawahan di Kampung Sabon, Distrik Waan, Kabupaten Merauke  dan hasilnya panen gabah sangat menggembirakan. Bahkan sampai di bangun juga mesin penggilingan gabah dan masyarakat langsung lihat beras disitu. Namun sayang, setelah beliau tak menjabat, program tersebut tak berjalan lagi.”

Hal itu disampaikan Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Dominikus Ulukyanan ketika ditemui Surya Papua Senin (13/12). Menurutnya, program pembukaan areal persawahan perlu didorong kembali. “Kan sekarag Pak Romanus Mbaraka memimpin kembali dan saran saya agar sejumlah kampung di Distrik Waan, bisa menjadi prioritas pembukaan areal persawahan,” pintanya.

Ulukyanan mengingatkan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Merauke, Ratna Lauce agar tak hanya fokus mengurus pertanian di lokasi eks transmigrasi. Tetapi di komunitas orang asli Papua harus menjadi skala prioritas pula.

Sejumlah kampung di Distrik Waan yang bisa untuk dibuka areal persawahan selain Kampung Sabon, juga Tor, Yawasir, Wetau, Sibenda serta Wantarma. Silahkan tim dari dinas pertanian melakukan survey sekaligus memprogramkan untuk pembukaan areal persawahan disana.

“Dulu bapak saya guru disitu dan masyarakat tak pernah meminta bantuan makanan dari pemerintah. Karena mereka membuka sawah. Lalu ada cadangan gabah disiapkan dan dimasukan dalam lumbung kampung untuk mengantisipasi datangnya musibah banjir atau air pasang,” ujarnya.

Dikatakan, jika program pembukaan lahan persawahan di sejumlah kampung lokal di Waan dijalankan, tentu masyarakat tak terus meminta bantuan pemerintah ketika ada musibah begini. Karena mereka pasti menyimpan gabah sebagai persiapan.

Penulis  : Frans Kobun

Editor    : Frans Kobun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *