Penutupan Bulan Rosario, Ribuan Umat Katolik ‘Tumpah Ruah’ Ikut Ziarah Rohani Sekaligus Arak Arca Bunda Maria

Laporan Utama280 views

Merauke, suryapapua.com– 31 Oktober 2026 adalah moment penutupan bulan rosario, setelah sebulan penuh—umat Katolik mengikuti doa rosario dari rumah ke rumah di masing-masing lingkungan—paroki-nya.

penutupan bulan rosario di wilayah  Kevikepan Merauke ditandai ziarah rohani, sekaligus perarakan arca Bunda Maria oleh masing-masing paroki, termasuk sekolah-sekolah Katolik tingkat SMP serta SMA, juga Seminari Bonus serta STK St. Yakobus Merauke.

Dari pantauan suryapapua.com Sabtu (31/10/2026), sebelum ziarah rohani serta perarakan arca Bunda Maria diikuti ribuan umat dari setiap paroki serta sekolah-sekolah, didahului pelepasan balon oleh Vikaris Episkopal (Vikep) Merauke, Pastor Samson Walewawan didampingi sejumlah pastor.

Pelepasan balon berlangsung di halaman Gereja St. Mikhael Kuda Mati disaksikan ribuan umat.

Selanjutnya, prosesi ziarah serta perarakan arca Bunda Maria oleh masing-masing paroki dalam wilayah Kevikepan Merauke, juga sekolah-sekolah yang dimulai pukul 15.30 WIT.

Selama perarakan menuju ke Gereja St. Yoseph Bambu Pemali (Bampel), ribuan umat Katolik dikawal aparat kepolisian dari Satlantas Polres Merauke.

Dalam perjalanan menuju ke Gereja Bampel, doa Salam Maria serta lagu-lagu terus dinyanyikan umat masing-masing paroki.

Ribuan umat Katolik yang tumpah ruah mengikuti penutupan bulan Rosario – Surya Papua/Frans Kobun
Ribuan umat Katolik yang tumpah ruah mengikuti penutupan bulan Rosario – Surya Papua/Frans Kobun

Saat tiba di depan pintu masuk Gereja Bampel, Pastor Paroki, Samson Walewawan mengalungkan bunga kepada para pastor paroki dari setiap paroki dalam wilayah Kevikepan Merauke.

Lalu dilanjutkan perayaan misa di Gereja Bampel dipadati ribuan umat.

Pastor Paroki St. Mikael Kuda Mati-Merauke, Dalmasius Tio Refwutu dalam sambutannya mengungkapkan,”Selama kurang lebih enam bulan, kami bersama sama Bunda Maria disini.”

“Terimakasih kepada Polres Merauke yang selalu  bersama ketika arca Bunda Maria berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan lain di wilayah Paroki St. Mikhael Kuda Mati,” ujarnya.

Ucapan terimakasih juga kepada umat di paroki setempat yang telah berpartisipasi dalam ziarah bersama Bunda Maria  yang berlangsung sangat baik.

Ada yang Benci Katolik

Vikaris Episkopal (Vikep) Merauke, Pastor Samson Walewawan mengatakan, hari ini Tuhan menggerakkan umat berkumpul di Gereja St. Mikhael Kuda Mati.

“Kurang lebih enam bulan lalu, kita berziarah bersama Bunda Maria pada pembukaan Bulan Maria dari Gereja Mopah Lama ke Gereja St. Mikhael Kuda Mati,” ujarnya.

Pada penghujung bulan rosario 31 Oktober 2026, umat berziarah lagi dari Paroki St. Mikhael Kuda Mati menuju ke Gereja St. Yoseph Bambu Pemali.

“Memang ziarah kali ini sedikit berbeda. Dimana selain dikuti paroki-paroki dalam Kevikepan Merauke, juga sekolah Katolik baik SMP maupun SMA. Sedangkan  SD tak dilibatkan lantaran mereka masih kecil,” jelasnya.

Dengan demikian, jumlah bertambah sangat banyak. “Kita  berziarah, berdoa dan bernyanyi selama perjalanan,” katanya.

Pelepasan balon ke udara oleh para pastor sebelum ziarah rohani dilakukan – Surya Papua/Frans Kobun
Pelepasan balon ke udara oleh para pastor sebelum ziarah rohani dilakukan – Surya Papua/Frans Kobun

Untuk itu, pinta Pastor Walewawan, hindari kegiatan di tengah jalan seperti bergoyang-goyang dengan lagu-lagu dunia.

Lebih baik fokus berdoa dan bernyayi bersama Bunda Maria serta doa  rosario.

Ingat, doa rosario sungguh- sungguh dipakai  Bunda Maria.

“Bersama Bunda Maria, kita daraskan untuk meyakinkan akan karya-karya besar Allah yang dilakukan dalam hidup sebagai orang Katolik,” ungkapnya.

Diharapkan melalui penutupan bulan rosario, umat senantiasa menyadari bahwa Bunda Maria selalu mendoakan, bukan hanya di dunia tetapi kelak di surga.

“Melalui doa rosario, kita menyadari bahwa Bunda Maria tak pernah berhenti mendoakan kita. Itulah kekuatan untuk senantiasa dekat bersama Bunda Maria,” katanya.

Bunda Maria senantiasa memberikan perhatian serta cintanya kepada umat melalui Yesus Kristus putra-NYA.

“Saya perlu garisbawahi—kadang di luar sana, orang bicara mengapa umat Katolik selalu berdoa melalui perantaran Bunda Maria? Itu hal keliru,” tegasnya.

Jangan umat percaya di medsos atau youtobe dan lain-lain. Ada orang membenci Katolik dengan mengatakan,” Orang Katolik berdoa melalui Bunda Maria—tidak.”

Arca Bunda Maria dari salah satu paroki yang diarak dalam penutupan bulan rosario – Surya Papua/Frans Kobun
Arca Bunda Maria dari salah satu paroki yang diarak dalam penutupan bulan rosario – Surya Papua/Frans Kobun

Perlu dipahami secara baik—benar dan sesungguhnya oleh kaum (kelompok) sebelah,”Umat  Katolik bersama-sama dengan Bunda Maria berdoa kepada Tuhan melalui perantaran Putra-NYA Yesus Kristus– itu yang benar.”

“Jadi Bunda Maria bersama-sama kita melalui perantaran putra-NYA Yesus Kristus, kita berdoa kepada Allah Bapa di Surga,” tegasnya lagi.

Untuk itu, umat jangan takut dan gentar menghadapi pembicaraan-pembicaraan yang tak masuk akal serta tidak dimengerti pihak sebelah.

“Keyakinan kita kuat bahwa Bunda Maria Bunda Kita—Bunda Gereja yang senantiasa menemani kita melalui doa-doa dan disampaikan  kepada putra-NYA  Yesus Kristus. Melalui perantaran putra-NYA menyampaikan kepada Allah Bapa di Surga,” tandasnya.

“Harap ini menjadi catatan bagi kita agar tak perlu menangggapi apapun yang beredar di media sosial  hingga membuat umat sakit hati  melakukan tindakan yang tak bertanggungjawab, hanya karena orang mengganggu iman kita,” pinta Pastor Walewawan.

“Sekali lagi, jangan terprovokasi  akan tampilan-tampilan atau pesan di media sosial,” katanya.

Diakhir sambutannya, Pastor Walewawan mengingatkan umat bersama sama jaga keselamatan selama ziarah berlangsung.

Tak boleh terprovokasi oleh orang-orang yang mungkin dalam perjalanan, mengeluarkan kata-kata tidak berkenan.

“Mari kita jaga dan tunjukan bahwa orang Katolik suka damai dan senantiasa lebih kuat, tinggi dan dalam penghayatan akan iman. Sehingga tak perlu tanggapi  ketika ada bahasa muncul dalam perjalanan ziarah,” pintanya lagi.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *