Menata Sarpras Jalan dan Jembatan, Komitmen Dishub Papua Selatan Dibawah ‘Nahkoda’ Michael Gomar

Laporan Utama393 views

TIDAK duduk dibelakang meja dan memerintah. Turun ke lapangan  bersama staf melihat secara langsung kondisi sesungguhnya, entah itu sarana prasarana (sarpras) jalan, jembatan maupun fasilitas pendukung lain.

Langkah dan atau terobosan tersebut, tidak lain agar fasilitas  yang rusak sesegera diambil tindakan cepat.

Tujuannya tidak lain agar para pengendara—-entah itu roda dua, empat maupun enam, merasa nyaman saat melintas di badan atau ruas jalan ketika dilewati.

Itulah tekad serta komitmen Michael Gomar, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan.

Tentu langkah serta terobosan yang tengah dilakukan  Micahel Gomar bersama staf-nya, patut diberikan apresiasi setinggi-tingginya.

“Sebagai warga masyarakat, kami berterimakasih kepada para pejabat Provinsi Papua Selatan, terutama Dinas Perhubungan Papsel yang turun langsung melakukan survei serta melihat berbagai kerusakan sarpras baik jalan maupun jembatan,” ungkap Martha (30), salah seorang warga Kampung Hidup Baru, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke Jumat (04/09/2026).

Dia mengaku sering bolak-balik dari Kampung Hidup Baru ke kota untuk berjualan di pasar.

“Ya, kadang pulang malam dan melewati Jembatan Tujuh Wali-Wali dan situasi sekitar gelap,” katanya polos.

Olehnya, dia berharap agar dipasang lampu jalan di beberapa titik agar pengendara saat melintas, tak merasa takut, juga mengurangi kecelakaan laulintas,” pintanya.

Secara terpisah Kepala Dinas Perhubungan Papua Selatan, Michael R. Gomar mengatakan, ia bersama sejumlah staf sedang melakukan survei guna memastikan kondisi dan ketersediaan keselamatan jalan.

Survei itu, menurut Gomar, mencakup marka jalan, papan penunjuk arah, traffic light, rambu batas kecepatan, rambu hati-hati, rambu tikungan, paku jalan, mata kucing hingga lampu penerangan jalan umum (LPJU).

“Apa yang kami lakukan adalah bagian dari upaya  Pemprov Papua Selatan dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat sebagai pengguna jalan,” jelasnya.

“Kami ingin melihat langsung kondisi prasarana perlengkapan jalan yang sudah tersedia, termasuk mengidentifikasi fasilitas rusak maupun yang membutuhkan penambahan,” jelasnya.

Dari hasil pemetaan serta kebutuhan di lapangan (tahun 2026), akan dibangun sekaligus dilengkapi sejumlah  sarana-prasarana jalan di beberapa titik.

Sebut saja pembangunan penerangan jalan umum (PJU) di Jembatan Tujuh Wali-Wali, pemasangan traffic warning light dan papan penunjuk arah menuju Kantor Gubernur Papua Selatan di Salor.

Juga, demikian Gomar, pemasangan paku jalan pada sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan serta melengkapi ruas jalan dengan berbagai rambu lalu lintas mulai dari rambu batas maksimal kecepatan, peringatan hati-hati dan rambu tikungan.

Lalu, katanya, PJU yang sudah terpasang, tetapi mengalami kerusakan atau tidak menyala.

“Tentu ini menjadi perhatian kami agar fasilitas yang ada dapat kembali berfungsi secara baik,” katanya.

Ditambahkan, survei tidak hanya untuk kebutuhan pembangunan dan pemeliharaan tahun ini.

Data lapangan yang sudah dikantongi, akan digunakan untuk memetakan kondisi fisik perlengkapan jalan, sekaligus menjadi bahan perencanaan program Dishub Papua Selatan 2027.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *