Semarak Festival Budaya Sejuta Rawa Untuk Pertama Kalinya di Mappi, Itu Gebrakan Penjabat Bupati Michael Gomar

Laporan Utama405 views

Mappi, Suryapapua.com– Suasana berbeda di Kota Kepi, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan. Tidak biasanya seperti hari-hari sebelumnya. Hiruk pikuk orang maupun kendaraan di sepanjang jalan termasuk di bandara, tiada hentinya.

Untuk hari ini saja, kurang lebih empat penerbangan dari Merauke tujuan Keppi. Tamu dan undangan, tak hentinya berdatangan mulai dari Bupati Merauke, Romanus Mbaraka bersama rombongannya.

Juga musyawarah pimpinan daerah (Muspida) mulai dari Danrem 174 ATW,  Brigjen TNI E. Reza Pahlevi, Dandim 1707 Merauke,  Letkol Inf Bayu Kriswandito, Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Sandi Sultan, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Benjamin Latumahina.

Selain itu juga, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulawesi Barat serta tamu undangan lain.

Tarian khas  masyarakat Asmat di panggung usai seremoni adat dilakukan – Surya Papua/Frans Kobun
Tarian khas masyarakat Asmat di panggung usai seremoni adat dilakukan – Surya Papua/Frans Kobun

Kedatangan para tamu,  dijemput langsung Penjabat Bupati Mappi, Michael Gomar didampingi isteri tercintanya.

Kehadiran banyak orang dari luar Kabupaten Mappi, tidak lain mengikuti Festival Budaya Sejuta Rawa untuk perdana yang digagas Penjabat Michael Gomar sejak menjabat beberapa bulan terakhir.

Pagi itu Senin (5/12),  sekitar pukul 10.00 WIT, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mendarat di Bandara Kepi dengan mencarter pesawat. Kedatangannya disambut Penjabat Bupati Mappi beserta isteri.

Sesaat di bandara, langsung menuju ke penginapan, sekaligus istirahat. Disana telah menunggu Danrem 174/ATW, Ketua DPRD Merauke serta Muspida lain.

Sesuai schedule, acara pembukaan dimulai pukul 12.00 WIT, hanya ada kendala teknis sehingga baru berlangsung  pukul 13.00 WIT.

Panitia langsung mengarahkan Bupati Merauke bersama Muspida serta tamu undangan lain menuju ke pelabuhan. Disana  disiapkan serta dirias beberapa belang (transportasi sungai) dengan daun kelapa serta aksesoris lain  untuk ditumpangi.

Belang yang dihiasi dan ditumpangi tamu undangan saat Festival Budaya Sejuta Rawa di Kabupaten Mappi – Surya Papua/Frans Kobun
Belang yang dihiasi dan ditumpangi tamu undangan saat Festival Budaya Sejuta Rawa di Kabupaten Mappi – Surya Papua/Frans Kobun

Kurang lebih empat belang, ditambah  puluhan speedboat  ‘meraung-raung’ di rawa-sungai Mappi menuju ke Muara Miwaman dengan durasi tempuh kurang lebih stengah jam.

Di muara tersebut, telah menunggu ratusan warga beratribut (pakaian ) adat setempat di masing-masing perahunya. Mereka adalah pemilik muara dari tiga kampung yakni Kampung Rep, Enem dan Logo, Distrik Oba’a.

Sebuah tenda disulap dan dibangun di tengah rawa. Sekaligus  ditempati Penjabat Bupati Mappi,  Bupati Merauke serta tamu-undangan untuk dilakukan ritual adat terlebih dahulu oleh perwakilan masyarakat tiga kampung, sebelum arak-arakan belang maupun puluhan speedboat menuju ke Kampung Soba, Distrik Oba’a, tempat berlangsungnya pembukaan Festival Budaya Sejuta Rawa.

Ritual dimaksud tidak lain bertujuan meminta restu dari leluhur agar prosesi perarakan  sejumlah belang serta belasan spead boat berjalan aman dan lancar.

Ribuan masyarakat di Kampung Soba, Distrik Oba’a, Kabupaten Mappi – Surya Papua/Frans Kobun
Ribuan masyarakat di Kampung Soba, Distrik Oba’a, Kabupaten Mappi – Surya Papua/Frans Kobun

Usai prosesi adat, dilakukan pelepasan sejumlah perahu milik masyarakat dari tiga kampung itu (pemilik muara) oleh Bupati Merauke, Romanus Mbaraka atas permintaan Penjabat Bupati Mappi.

“Ini moment bersejarah dan merupakan perdana. Saya bangga sekali melihat antusias dan semangat masyarakat Mappi terlibat secara langsung dalam Festival Budaya Sejuta Rawa ini,” ungkap Bupati Mbaraka.

Berikan Bantuan Dana 30 Juta

Saat akan melepas puluhan masyarakat di atas perahu, Bupati Mbaraka memberikan bantuan dana senilai Rp 30 juta. Bantuan dimaksud tidak lain merangsang masyarakat agar terus mengembangkan dan melestarikan budaya dari waktu ke waktu.

“Ada sedikit dana saya bawa dari Merauke.  Jadi nanti bisa diterima perwakilan dari tiga kampung (pemilik muara) untuk digunakan selama kegiatan festival berlangsung,” ujarnya.

Usai penyerahan bantuan, dilanjutkan perjalanan menggunakan sejumlah transportasi air menuju ke salah satu titik lagi yang dibangun tenda pula. Rupanya tenda bersama panggung yang dibangun di tengah rawa, tidak lain agar  perwakilan memperkenalkan budaya setempat.

Sejumlah mama-mama mappi sedang bergoyang di atas perahu di tengah rawa (sungai) – Surya Papua/Frans Kobun
Sejumlah mama-mama mappi sedang bergoyang di atas perahu di tengah rawa (sungai) – Surya Papua/Frans Kobun

Sekaligus juga memberikan cinderamata mulai dari noken, cawat dan lain-lain yang merupakan buatan masyarakat setempat.

Kurang lebih stengah jam disitu. Lalu perjalanan dilanjutkan menuju ke Kampung Soba, Distrik Oba’a. Ribuan masyarakat dari enam suku besar yakni Yaghai, Awyu, Korowai, Wiyagar, Asmat dan Tamario bersama etnis Nusantara menyambut di pinggir sungai (rawa).

Bunyi tifa, tarian dan nyanyian menggema ke langit. Suasana tampak sangat ramai. Masyarakat berdesak-desakan menghantar Bupati Mbaraka, Penjabat Bupati Mappi  bersama Muspida menuju ke titik atau tempat untuk pembukaan Festival Budaya Sejuta Rawa.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *