Dengan Festival Budaya Sejuta Rawa, Enam Suku Besar di Mappi Perlahan Diangkat

Merauke, Suryapapua.com– Dengan adanya Festival Budaya Sejuta Rawa, program besar yang digagas Penjabat Bupati Mappi, Michael Gomar, secara perlahan mengangkat enam suku besar di Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan.

Keenam suku besar tersebut diantaranya Yaqhai, Awyu, Koriwai, Wiyagar, Asmat dan Tamario.

Untuk diketahui, Festival Budaya Sejuta Rawa berlangsung selama tiga hari dari 5-7 Desember 2022. Dimana pembukaan ditandai  ritual adat di tengah rawa  (muara Miwaman)  oleh masyarakat tiga kampung yakni Rep, Enem dan Logo, Distrik Oba’a.

Sedangkan pembukaan festival dilaksanakan di Kampung Soba, Distrik Oba’a dihadiri ribuan masyarakat enam suku besar serta etnis Nusantara dengan ditandai pemukulan tifa oleh Penjabat Bupati Mappi, Michael Gomar didampingi Bupati Merauke, Romanus Mbaraka serta musyawarah pimpinan daerah (Muspida) dari Mappi serta Merauke.

Bupati Merauke, Romanus dalam pembukaan, didaulat  memberikan sambutan. “Saya harap kita semua bersatu. Rakyat di Mappi mulai dari Digoel sampai Senggo harus bergandengan tangan membangun negeri ini,” pintanya.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka didampingi isteri tercinta, Imelda Carolina Mbaraka saat dijemput dengan tarian – Surya Papua/Frans Kobun
Bupati Merauke, Romanus Mbaraka didampingi isteri tercinta, Imelda Carolina Mbaraka saat dijemput dengan tarian – Surya Papua/Frans Kobun

Jika rakyat disini pecah dan tak kompak, dampaknya sangat besar yakni akan sulit maju dan berkembang. “Mari  bangun kerjasama bersama pemerintah, TNI/Polri dan stakeholder lain untuk maju,” pintanya lagi.

“Kita sudah jadi provinsi sendiri yang diberikan Tuhan. Semoga kedepan pembangunan di semua sector berjalan cepat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mbaraka mengungkapkan, alasan mendasar memberikan dukungan penuh terhadap gebrakan Penjabat Gomar melalui festival budaya dimaksud, tidak lain untuk mengangkat harkat serta harga diri orang Papua terutama masyarakat di Kabupaten Mappi.

Masyarakat enam suku besar di Mappi, demikian Bupati Mbaraka, mulai diangkat secara perlahan-lahan. Ketika budaya terus diangkat dan dipromosikan, dipastikan daerah ini akan maju dan berkembang dari waktu ke waktu.

“Sekali lagi saya ajak kita gandeng tangan bersama memajukan Mappi seperti daerah lain,” ajaknya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Tamario adalah sub suku dari suku Wiyagar jadi pemerintah perlu melihat hal ini karena jangan sampai kebiasaan tsb mengirah benar. Padahal sesungguhnya Tamario itu adalah subsuku dari Wiyagar karena Mereka ini satu bahasa, adat istiadat dan budayanya sama. Bahkan marga yang sama juga ada di Tamario dan Wiyagar.

  2. Suku yang paling besar di kabupaten mappi adalah Suku Auyu dan Wiyagar.
    Jadi ini sbg masukan supaya kedepan tdk mewariskan kebohongan kepada anak cucu kita.

    Kalau mengklaim bahwa Ada enam suku besar di Mappi berarti yang perlu di telusuri adalah berapa jumlah kampung dari beberapa suku ini. Setelah itu kemudian di petahkan sesuai dgn wilayahnya.