Ketika Anak Meregang Nyawa Ditangan Sang Ayah, Oretan Jurnalis Suryapapua.com

Laporan Utama248 views

HUJATAN silih berganti berseliweran di media sosial, setelah Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga memberikan pernyataan secara resmi pelaku pembunuhan sadis Julia Risky Ramadiana pada Oktober 2025 silam.

Dari hasil pengembangan penyelidikan hingga penyidikan, akhirnya terbongkar bahwa pelaku pembunuhan sadis korban berusia 11 tahun adalah sang ayah sendiri berinisial MRP.

Penantian panjang itu-pun datang. Teka-teki siapa pelaku pembunuhan Julia Riski di rumahnya di Jalan  H. Kasim, Kelurahan Seringgu Jaya, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan terkuak alias terbuka.

Pelan tapi pasti. Mungkin itulah prinsip yang dipegang Kapolres Yoga dalam membidik, sekaligus mengungkap kasus tewasnya Julia Risky.

Meskipun terus mendapat sorotan selama kurang lebih 8 bulan pasca kasus pembunuhan Julia Risky terjadi, Kapolres Yoga bersama jajarannya tidak ‘goyang.’

Hari berganti hari, minggu hingga bulan, penyelidikan terus dilakukan dan hasilnya-pun datang.

Akhirnya hari ini  menjadi terang benderang. Pelaku diumumkan secara resmi.

Nama Kapolres Yoga menjadi ‘sangat harum’  hingga terus disanjung-sanjung masyarakat luas melalui medsos, lantaran keberhasilannya bersama anggota.

Semua orang-pun kembali menjadi sadar dan memahami bahwa, dalam mengusut kasus pembunuhan sadis Julia Riski, tak semudah membalikan telapak tangan.

Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga- Surya Papua/IST
Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga- Surya Papua/IST

Butuh waktu dan proses panjang mengusutnya agar ‘sasaran bidik’ menentukan tersangka, tidak meleset.

Semua itu kini telah terbuka dan Kapolres Yoga-pun sudah bisa ‘angkat muka,’ setelah diumumkannya secara resmi tersangka pembunuhan Julia Risky.

Pernyataan resmi pelaku MRP sebagai tersangka, setelah ‘dicokok’ alias diciduk di rumahnya kemarin dan digelandang ke Polres Merauke untuk menjalani pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan dan didukung dua alat bukti kuat, akhirnya MRP dijebloskan ke sel tahanan Polres Merauke untuk siap mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum.

Selain ditahan, Satreskrim Polres Merauke bergerak cepat melakukan police-line rumah sang pelaku.

Tentu masih ada yang dicari, sekaligus digeledah di dalam rumah sang pelaku tersebut.

Meskipun warga merasa sangat puas akan kinerja Polres Merauke, namun masih menjadi pertanyaan besar, apa yang menjadi motif dan atau penyebab hingga MRP tega menghabisi nyawa anaknya secara keji?

Kapolres Yoga telah memberikan statement resmi bahwa dirinya akan berbicara secara transparan saat menggelar jumpa pers bersama para awak media.

“Ya, saya masih memberikan ruang kepada penyidik untuk bekerja secara maksimal dalam mengungkap perkara dimaksud,” jelasnya.

Pastinya, menurut Kapolres Yoga, kasus itu akan diselesaikan secara profesional, transparan dan akuntabel.

“Saya memastikan memberikan keterangan resmi kasusnya termasuk penyebab atau motif pembunuhan korban Julia Risky kepada rekan-rekan jurnalis dalam beberapa hari kedepan,” ungkapnya. (Frans Kobun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *