Merauke, Suryapapua.com– “Banyak warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tinggal atau menetap di empat kabupaten di Provinsi Papua Selatan ( Merauke, Boven Digoel, Mappi serta Asmat) dan ikut berkontribusi.”
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa ketika menghadiri dialog dengan Uskup Agung Ende, Mgr. Paul Budi Kleden, SVD bersama masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) se-Malang Raya di Gereja Paroki Ratu Rosari Kesatrian, Kota Malang, kemarin.
Wagub Imadawa mengaku, banyak putra-putri Papua Selatan sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa, termasuk di Kota Malang.
“Saya berharap Malang terus menjadi kota studi yang melahirkan generasi-generasi unggul bagi Indonesia,”kata dia.
Khusus kepada mahasiswa NTT yang sedang menempuh pendidikan di Malang Raya, agar menjaga nama baik keluarga dan daerah asal.
Perjuangan orangtua dalam membiayai pendidikan merupakan pengorbanan besar, sehingga harus dihargai dengan kesungguhan belajar serta berperilaku baik.
Diharapkan anak-anak NTT di kota studi—khususnya di Malang Raya, bukan hanya merantau, tetapi menjadi diaspora yang menabur benih-benih pembangunan.

Dengan begitu, kelak kembali ke NTT membawa ilmu pengetahuan, pengalaman serta gagasan baru untuk membangun daerah dan masyarakat.
Dalam kesempatan dimaksud, Wagub Imadawa juga mengklaim sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Flobamora Provinsi Papua Selatan.
“Kedekatan emosional dengan masyarakat NTT, lantaran istri saya berasal dari Kabupaten Nagekeo dan keluarganya berdomisili di Ende,” jelasnya.
Hubungan itu, membuat ia kerap berkunjung ke Ende dan memiliki perhatian khusus terhadap perkembangan generasi muda NTT.
Ditambahkannya, Pemerintah Provinsi Papua Selatan memiliki sejumlah program pendidikan seperti beasiswa serta program ADEM dan ADIK.
Tujuannya tidak lain membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Kesempatan pendidikan tidak hanya diberikan kepada anak-anak asli Papua, tetapi juga anak-anak dari luar Papua yang orang tuanya telah lama berdomisili dan berkontribusi di Papua Selatan,” ungkapnya.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun










