oleh

Demo Tolak DOB Diselipkan Aksi Makar, Sejumlah Warga Diringkus Polisi

Merauke, Suryapapua.com– Sekelompok warga yang melakukan aksi demonstrasi di Jalan Kuda Mati, Kelurahan Kamundu JUmat (3/6)  untuk menolak daerah otonom baru (DOB) dibubarkan dan mereka langsung diamankan aparat kepolisian dari Polres Merauke.

Dari jumlah itu, kurang lebih 12 orang  diringkus dan digelandang ke   kantor polisi diantaranya  YA, CS, KK, AY, BW, YM, MP, MY, EK, OE, PK dan OL guna dimintai keterangan.

Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Untung Sangaji menegaskan,  demo penolakan DOB tersebut, diselipkan dengan aksi makar. Sebab sangat jelas ada tulisan referendum dibawa ketika demo dilakukan.

“Demi kesejahteraan umat manusia kenapa mereka tentang?  Kalau menentang berarti mereka penjahat, sehingga kita amankan,” tegasnya.

Dikatakan, untuk membuat keramaian atau keributan, boleh saja tetapi harus mengantongi izin yang dikeluarkan Polres Merauke.

Lalu, lanjut Kapolres, tak membuat gaduh apalagi referendum. Kalau bicara referendum, berarti sanski atau hukuman  20 tahun. “Ya silahkan ke Jakarta dan bersuara di Presiden RI, bukan tempatnya disini,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, pihaknya  akan mendalami akar dari aksi penolakan DOB yang terjadi. “Akan saya buka kasus ini dengan sistem saya, apakah ada terkait dengan satu atau dua tokoh di pemerintahan, akan diperiksa nanti,” tegasnya lagi.

Penulis : Yulianus Bwariat

Editor   : Frans Kobun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *