Cerita Bruder Yohanes Kedang,” Roh Tuhan Bekerja Bawa Masuk Saya di Pasar Mopah Bertemu Umat”

Laporan Utama138 views

TIDAKLAH semudah membalikkan telapak tangan. Mungkin deretan kalimat ini, sangatlah pantas menggambarkan bagaimana usaha serta perjuangan Bruder Yohanes Kedang, MTB selama kurang lebih empat tahun merangkul ratusan umat Katolik di Pasar Mopah-Merauke.

Tentu tak hanya sekali atau dua kali seorang biarawan Katolik ini (Bruder Johny;red)  keluar masuk Pasar Mopah bertemu umat memberikan ‘siraman rohani,’ sekaligus mengajak mereka lebih dekat dengan Tuhan.

Mengapa? Karena umat yang nota bene adalah pedagang, lebih fokus berjualan setiap hari di pasar guna mendapatkan uang demi menopang hidup keluarga, juga  menjaga ‘asap dapur’ tetap mengepul.

Untuk  ke gereja pada hari Minggu, bisa dihitung dengan jari, bahkan mungkin sama sekali tidak. Itu karena jarak yang jauh  ke Gereja Bampel, Gereja Kuda Mati maupun Sang Penebus.

“Empat tahun  silam, Roh Tuhan bekerja membawa saya masuk di hunian umat Katolik di dalam area Pasar Mopah Merauke, sekaligus  berjumpa beberapa ibu serta dua anak muda dan menanyakan kondisi sesungguh-nya.”

Demikian disampaikan Bruder Yohanes Kedang, MTB ketika membuka sambutannya pada HUT ke-4 Lingkungan Santa Theresia Kalkuta Pasar Mopah Merauke, Paroki Bambu Pemali Sabtu (05/09/2026).

Dari dialog serta diskusi itu, mereka (perwakilan beberapa umat) menyampaikan kalau jarang ke gereja pada hari Minggu, lantaran terlalu jauh—apalagi harus berjalan kaki.

“Kehidupan mereka dalam situasi iman sangat terpuruk. Begitulah fakta sesungguhnya,” ungkap Bruder Johny, Rohaniawan Katolik dari Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.

Saat tengah berlangsung dialog, beberapa mama menyampaikan kalau ada satu bangunan di dalam area pasar digunakan Pemuda Katolik Merauke, hanya  jarang ada kegiatan dan atau aktivitas.

Pemotongan kue ulang tahun yang dihadiri Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze – Surya Papua/Frans Kobun
Pemotongan kue ulang tahun yang dihadiri Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze – Surya Papua/Frans Kobun

“Saya pun mengajak mereka datang melihat bersama kondisi bangunan termasuk beberapa ruangan di dalam. Dan, ternyata bisa digunakan  ibadah setiap hari Minggu,” ungkapnya.

Setelah berkomunikasi dengan pengurus Pemuda Katolik Cabang Merauke, akhirnya disetujui bangunan bisa dimanfaatkan.

“Saya sampaikan bangunan digunakan sebagai Bevak Pintar untuk  setiap hari Sabtu kegiatan belajar mengajar anak-anak. Lalu pada hari Minggu ibadah bersama,” katanya.

“Dari situlah, kami memulai–dari waktu ke waktu umat Katolik yang tinggal dalam area Pasar Mopah Merauke terus bertambah,” ungkapnya.

Melihat animo umat bertambah setiap hari Minggu  saat ibadah,  disampaikan langsung  ke Pastor Paroki Bambu Pemali (Bampel), Samson Walewawan.

“Saya menyampaikan kepada Pastor Walewawan kalau umat di dalam area Pasar Mopah menginginkan punya lingkungan sendiri, apalagi jumlahnya terus bertambah,” ujarnya.

Seketika Pastor Walewawan mempersilahkan diurus  dan diatur secara baik.

Dengan kepercayaan diberikan dan melalui pergulatan panjang, akhirnya dibentuk lingkungan yang diberi nama,” Lingkungan Santa Theresia Kalkuta Pasar Mopah- Merauke.”

“Kenapa saya beri nama demikian, karena Santa Theresia adalah seorang biarawati yang keluar dari tembok biara menuju ke Kalkuta memperhatikan orang susah dan miskin,” tandasnya.

Bagi Bruder Johny, umat Katolik di dalam area pasar dihadapkan selama ini dengan penderitaan, kemiskinan bahkan kekerasan.

Diakuinya perjalanan 4 tahun hingga menghadirkan dan mengumpulkan umat dalam satu lingkungan, tidaklah mudah.

Pasang surut hingga berbagai tantangan dialami serta dirasakan dari waktu ke waktu.

“Satu pergulatan saya akhirnya Tuhan jawab. Dalam khotbah setiap hari Minggu bersama umat disini, saya sampaikan  kalian tinggal di depan Kantor Bupati Merauke serta Kantor DPRD Merauke yang megah, tetapi belum ada pejabat datang melihat  langsung keadaan sesungguhnya disini,” ujarnya.

“Hari ini, akhirnya terjawab  setelah hadirnya Bapak Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, Ketua DPR Papua Selatan, Heribertus Silubun serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Merauke, Ny. Nova Gebze untuk bersama umat memperingati HUT ke-4 lingkungan kita,” jelasnya.

“Terimakasih banyak Bapak Bupati Merauke, Ketua DPR Provinsi Papua Selatan, Heribertus Silubun serta Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Nova Gebze serta semua pihak yang sudah datang bersama-sama dengan umat,” katanya.

Diakhir sambutannya, Bruder Johny berceritera ketika berkunjung ke setiap hunian umat dalam area Pasar Mopah untuk doa rosario. Dimana kondisi bangunan mereka sangat memprihatinkan.

“Saya menangis melihat kondisi hunian mereka. Karena sangat memprihatinkan serta tak layak ditempati,” katanya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *