Merauke, Suryapapua.com– Kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Provinsi Papua Selatan, Yoseph Yanawo Yolmen meresponi permintaan sehubungan dana otonomi khusus (Otsus) langsung ke tangan orang asli Papua (OAP).
“Memang hal itu telah kami komunikasikan-diskusikan secara langsung juga dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabumingraka serta Dewan Perwaklilan Rakyat (DPR),” ungkap Yoseph Yolmen dikantornya, kemarin.
Menurutnya, apa yang diinginkan OAP, bisa saja diwujud-nyatakan, tetapi kata kuncinya adalah data base (by name-by address).
“Nah, tentu itu menjadi tugas serta tanggungjawab pemerintah daerah melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” ungkapnya.
Diakui Yolmen, instansi terkait telah menindaklanjuti dengan langkah positif yakni memiliki petugas di setiap kampung melapor tentang pertumbuhan serta perkembangan penduduk.
Data base yang tengah dilengkapi yakni angka kelahiran, orang meninggal. Lalu kesehatan, rumah dan lain-lain.”Ya, kemungkinan bulan Mei sudah dilakukan lounching,” jelasnya.
Dengan data base lengkap—valid, semua orang bisa melihat dan atau mengakses. Misalnya orang ingin mengetahui data di Kampung Wambi, tinggal klik dan dilihat secara langsung.
Disitu akan diketahui jumlah penduduk, laki-laki berapa, perempuan, anak-anak, pekerjaan, pendidikan dan sebagainya.
“Memang perlu pembenahan data OAP secara menyeluruh oleh instansi terkait dan tentu membutuhkan waktu,” ungkapnya.
Jika data OAP lengkap dan jelas disiapkan dalam kurun waktu lima tahun, maka lima tahun berikut dapat dipastikan dana Otsus akan langsung turun dan atau diterima langsung OAP di Provinsi Papua Selatan yang tersebar di empat kabupaten.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun










