Saat Polisi Berpakaian Dinas Nekad Panjat Pohon Kelapa Turunkan Jerigen (Tempat Tampung Sagero)

Laporan Utama334 views

PATUT diapresiasi setinggi-tingginya. Tanpa diperintah. Ia-pun nekad memanjat pohon kelapa dengan pakaian dinasnya.

Lalu memotong mayang kelapa, sekaligus menurunkan jerigen bersama sagero yang ditampung orang tak dikenal.

Itulah yang dilakukan salah seorang anggota di Polsek Naukenjerai saat bersama Kapolseknya, Iptu CC Fernandez serta sejumlah polisi lain melakukan operasi penertiban minuman lokal (milo).

Dari rilis yang didapatkan suryapapua.com Rabu (09/09/2026), terlihat anggota polisi itu, secara perlahan memanjat pohon kelapa sambil tatapan matanya mengarah ke atas—tempat jerigen digantung menampung sagero.

Tentu hal postitif yang dilakukan anggota tersebut tidak lain berusaha sedapat mungkin dengan menggunakan parang, memotong mayang bersama jerigen sekaligus diturunkan.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Naukenjerai, Iptu CC Fernandez mengungkapkan, dari operasi yang dilakukan, anggota menemukan pohon kelapa ‘berbuah jerigen.’

Sehingga, lanjut Kapolsek Fernandez, anggota mengambil langkah cepat melakukan ‘pembasmian,’ sekaligus memunsnahkan di tempat—mengingat sagero tersebut, sedianya akan digunakan orang tak bertanggungjawab memproduksi sopi.

Tidak berhenti operasi sampai disitu. Pergerakan dilakukan menyisir salah satu tempat yang disinyalir menjadi sarang memproduksi sopi.

Ternyata benar adanya. Anggota berhasil menemukan 600 mili-liter sopi  siap edar.

Juga berbagai perabot dan atau peralatan untuk memproduksi sopi yang langsung dimusnahkan di tempat.

Pergerakan dilanjutkan ke salah satu titik lagi dan ditemukan juga tempat produksi sopi yang langsung diobrak-abrik.

“Apa yang kami lakukan ini semata-mata untuk menciptakan situasi di kampung-kampung di Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke, Papua Selatanaman kondusif,” tegasnya.

Tidak dapat dipungkiri kalau berbagai kasus kriminalitas serta kejahatan lain yang dilakukan, dilatar-belakangi orang yang tengah dipengaruhi minuman keras.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *