Rencana Peternakan Sapi dan Kerbau di Okaba, Yanawo Yolmen Beri Peringatan Keras ke Kadis Peternakan Papua Selatan! Jangan Seenaknya Bicara

Laporan Utama262 views

Merauke, Suryapapua.com– Yoseph Yanawo Yolmen, Tokoh Masyarakat dari Okaba, Kabupaten Merauke memberikan warning keras kepada Kepala Dinas Peternakan Provinsi Papua Selatan, Paino, sehubungan rencana mega proyek peternakan sapi maupun kerbau yang awalnya direncanakan di Kimaam, dipindahkan ke Okaba lantaran gelombang protes dilancarkan.

“Saya minta Paino harus mengerti— tidak seenaknya bicara demikian. Kami anak Okaba tidak akan terima jika perusahan peternakan sapi maupun kerbau masuk secara diam-diam disana ,” tegas Yanawo Yolmen saat jumpa pers di ruang kerjanya Jumat (05/06/2026).

Yanawo Yolmen mengingatkan Paino agar sebelum  melakukan eksekusi program peternakan dari pusat, perlu memperhatikan beberapa hal penting.

Sejumlah hal penting itu diantaranya wajib duduk bersama kementerian terkait, Gubernur Papua Selatan, Bupati Merauke, BP3OKP, DPRPS, MRPS juga masyarakat  dari wilayah adat  Okaba (Imo) maupun perwakilan perempuan maupun pemuda sekaligus  bicara bersama.

Dengan duduk bersama, diketahui pula  arah peternakan sapi maupun kerbau tersebut kemana? Juga untuk apa? Harus jelas dan transparan disampaikan.

Masyarakat, lanjut Yanawo Yolmen,  perlu  diberikan pemahaman akan peternakan itu sendiri termasuk maksud dan tujuannya.

Hasil diskusi dimaksud, lalu dirumuskan untuk disimpulkan  sekaligus dibawa ke Jakarta dan dibahas bersama kementerian terkait.

“Tidak boleh dari pusat datang langsung petakan tempat yang nantinya akan digunakan—itu tidak boleh. Kami sebagai anak Okaba, akan berdiri di depan berbicara masalah ini—tidak  berdiam diri,” tegasnya.

Program pemerintah pusat, termasuk peternakan, tetap diterima, asalkan melalui proses dan tahapan jelas dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

“Tidak boleh diam-diam masuk ke sana. Hormati kami orang Okaba sebagai pemilik hak ulayat,” pintanya lagi.

Intinya adalah perlunya pemahaman riil diberikan kepada masyarakat Okaba sebelum proyek peternakan masuk.

Salah satu yang penting juga adalah daerah persebaran peternakan sapi maupun kerbau kemana saja? Itu perlu diketahui masyarakat.

“Sekali lagi, saya  sebagai anak Okaba akan berdiri di depan. Saya tidak menolak program pemerintah pusat, tetapi marilah kita duduk  di tikar adat untuk bicarakan secara baik dan harus clear. Lalu  bunuh babi, setelah itu silahkan perusahan  boleh masuk,” katanya.

Dia kembali mengingatkan Paino jangan membuat keruh masalah lagi, karena masyarakaat sekarang masih demo dengan PSN.

“Ini saya bicara tegas— tidak main-main. Olehnya harus dipahami Paino,” tegasnya.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *