Merauke, Suryapapua.com– Inilah pernyataan keras dan tegas Sekretaris Daerah (Sekda) Merauke, Yeremias Paulus Ndiken saat audiens dengan ratusan masyarakat dari Pulau Kimaam serta pimpinan serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
“Ingat, Pulau Kimaam tidak boleh diganggu dengan proyek apapun dalam skala besar. Kita harus damping orang di Pulau Terapung Kimaam dengan karakter mereka,” pinta Sekda Yeremias Selasa (12/05/2026).
Lebih lanjut Sekda mengungkapkan, sebelum datang ke DPRD, ia berkomunikasi langsung dengan Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze sekaligus meminta apa yang harus disampaikan saat dialog bersama ratusan masyarakat dari Pulau Kimaam.
“Pesan Pak Bupati Merauke, Pulau Kimaam tidak bisa dikorek untuk perusahan apapun,” ungkap Sekda menirukan pesan Bupati Bladib Gebze.
Dikatakan, jika masyarakat diberikan kesempatan usaha kecil-kecilan memenuhi kebutuhan dalam rumah taangga, silahkan saja, tetapi kalau proyek dalam skala besar seperti peternakan sapi maupun kerbau, tentu Pemkab Merauke menolak tegas.
“Memang Pulau Kimaam sejarahnya sedikit banyak saya tahu dan memahami. Jadi tidak boleh ada aktivitas apapun dalam skala besar. Biarkan orang Kimaam berkembang dengan cirikhas mereka sendiri,” pintanya.
“Pak Bupati Merauke juga menyampaikan kalau beliau saat masih menjabat Kepala Biro Hukum Provinsi Papua Selatan, ada satu surat ke pusat untuk mendeteksi Pulau Kimaam agar tidak diganggu,” jelasnya.
Sekda Yeremias kembali menggarisbawahi, sesuai laporan dari Kantor PTSP Merauke, Kawasan Kimaan masih hijau.
“Belum ada kuning, merah dan lain sebagainya,”ungkap Sekda Yeremias.
Dia pun memahami bahwa Pulau Kimaam umumnya adalah daerah rawa, sehingga tidak cocok untuk pengembangan peternakan dan lain sebagainya.
“Sekali lagi, Pulau Kimaam tidak boleh diganggu dengan proyek apapun dalam skala besar. Mari untuk kita terus damping masyarakat disana dengan karakternya,” saran dia.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun






