oleh

Ratusan Masyarakat Kimaam Gelar Ritual Adat, Puncak Acara Ditandai Tusuk Telinga dan Pemasangan Cawat

Merauke, Suryapapua.com– Masyarakat dari Pulau Kimaam melakukan ritual adat pemutusan mata rantai hubungan antara orang meninggal dengan yang masih hidup di bumi.

Kegiatan ritual tersebut berlangsung di Mangga Dua, Kelurahan Kelapa Lima, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Tuan  Pesta Adat, Albertus Wafa kepada Surya Papua, semalam, menjelaskan, pesta adat dimaksud  dilakukan setiap tahun. Kali ini berlangsung selama  dua hari dari 16-17 November 2022.

“Lalu pemutusan hubungan ini untuk 78 arwah. Sedangkan puncak acaranya  tanggal 17 November pagi. Dimana akan dilakukan tusuk telinga serta pemasangan cawat,” ujarnya.

Dalam acara  dimaksud, terdapat sejumlah hasil tanaman masyarakat dan enam ekor babi disuguhkan . Semuanya  dibawa masyarakat dari kampung-kampung di Pulau Kimaam.

“Ada umbi-umbian, pisang, sagu dan kelapa yang didatangkan dari setiap kampung,” katanya.

Ditambahkan, sebelum masuk acara puncak, dilakukan ritual adat seperti menari dan menabur tifa selama semalam suntuk.

Lalu, jelasnya, terdapat pohon sakral dibuat  dan harus berdiri tegak lurus. Dalam pohon itu, berisikan tanaman wati serta kelapa yang menandakan kepala manusia.

“Setelah acara selesai dilaksanakan, semua daun yang digunakan  selama ritual adat, dibakar dan dikumpulkan sekaligus dikembalikan ke tanah,” ungkapnya.

Penulis : Yulianus Bwariat

Editor   : Frans Kobun

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *