Ratusan Alsintan Program Aspirasi H. Sulaeman L Hamzah Diserahkan, Fauzun Nihayah Warning Keras Kelompok Tani!

Laporan Utama245 views

Merauke, suryapapua.com– Senyum sumringah terpancar dari raut wajah perwakilan  kelompok tani di lokasi  UPTD Dinas Pertanian Merauke (Cikombong) Kamis (05/11/2026) saat akan menerima secara gratis ratusan alat mesin pertanian (alsintan).

Alsintan yang merupakan usaha serta perjuangan Anggota Komisi IV DPR RI, H. Sulaeman L. Hamzah ke Kementerian Pertanian RI tersebut, akhirnya direalisasikan dan atau diwujud-nyatakan.

Sekedar diketahui, kelompok tani yang  hendak mendapatkan alsintan, tidak langsung berhubungan atau menyerahkan  permohonan kepada Sulaeman L. Hamzah, politisi Partai Nasdem itu.

Namun melalui  wadah atau tempat  yakni Rumah Aspirasi H. Sulaeman L. Hamzah yang ‘dinahkodai’ Fauzun Nihayah.

Dalam  sambutannya,  Direktur Rumah Aspirasi  H. Sulaeman L. Hamzah,  Fauzun Nihayah yang juga Wakil Bupati Merauke mengungkapkan, banyak sekali petani menghubunginya menanyakan alsintan yang telah diusulkan.

“Saya sengaja menarik ulur hingga menunggu semua alsintan datang terlebih dahulu, karena distribusi atau pengiriman tidak secara bersamaan,” ujarnya.

Alsintan yang diserahkan hari ini, demikian Fauzun, jumlahnya mencapai ratusan unit.

Selain traktor roda empat maupun roda dua, pompa air, transplanter (alat mesin tanam), juga ratusan alsintan lain yang diserahkan ke masing-masing perwakilan kelompok tani baik di distrik maupun kampung-kampung.

Jika dihitung, sudah ribuan alsintan diberikan kepada kelompok tani melalui Rumah Aspirasi H. Sulaeman L. Hamzah.

Direktur Rumah Aspirasi H. Sulaeman L Hamzah, Fauzun Nihayah sedang serahkan secara simbolis alsintan kepada salah seorang kelompok tani – Surya Papua/Frans Kobun
Direktur Rumah Aspirasi H. Sulaeman L Hamzah, Fauzun Nihayah sedang serahkan secara simbolis alsintan kepada salah seorang kelompok tani – Surya Papua/Frans Kobun

Diakui Fauzun, sering kali banyak persoalan dihadapi yakni adanya konflik di kelompok tani.

“Ini yang selalu kami sampaikan pengelolaan-nya serta penggunaan harus diatur baik,” ujarnya.

Konflik yang terjadi karena kelompok yang lain dilayani, sedangkan lain diabaikan.

Fauzun kembali  mengingatkan kepada kelompok tani agar tidak menjual-belikan alsintas.

“Memang saat ini belum ada temuan setelah 2001 silam. Dimana terdapat satu hand-traktor dijual-belikan dan telah ditindaklanjuti,” tegasnya.

Dia berharap alsintan  yang diserahkan, dirawat dengan baik.

Ditambahkan,  Rumah Aspirasi juga tak pernah memungut sepersen-pun uang  dari  masyarakat ketika alsintan diberikan.

Khusus alat besar—jika managemen pengelolaan sudah bagus serta ada hasil, lalu dalam kelompok terdapat orang sakit, duka dan ulang tahun kampung, bisa disumbangkan, asalkan se-pengetahuan Rumah Aspirasi.

Dalam waktu dekat, jelasnya, akan dilakukan sidak dan evaluasi terkait tata pengelolaan alsintan.

“Jadi, masyarakat jangan alergi kalau ada staf kami ke lapangan memonitoring peralatan,” katanya.

Bahwa alsintas yang diberikan kepada kelompok tani adalah  gratis, namun harus dirawat serta dijaga baik.

Penulis : Frans Kobun

Editor   : Frans Kobun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *