Merauke, suryapapua.com– Senyum sumringah terpancar dari raut wajah perwakilan kelompok tani di lokasi UPTD Dinas Pertanian Merauke (Cikombong) Kamis (05/11/2026) saat akan menerima secara gratis ratusan alat mesin pertanian (alsintan).
Alsintan yang merupakan usaha serta perjuangan Anggota Komisi IV DPR RI, H. Sulaeman L. Hamzah ke Kementerian Pertanian RI tersebut, akhirnya direalisasikan dan atau diwujud-nyatakan.
Sekedar diketahui, kelompok tani yang hendak mendapatkan alsintan, tidak langsung berhubungan atau menyerahkan permohonan kepada Sulaeman L. Hamzah, politisi Partai Nasdem itu.
Namun melalui wadah atau tempat yakni Rumah Aspirasi H. Sulaeman L. Hamzah yang ‘dinahkodai’ Fauzun Nihayah.
Dalam sambutannya, Direktur Rumah Aspirasi H. Sulaeman L. Hamzah, Fauzun Nihayah yang juga Wakil Bupati Merauke mengungkapkan, banyak sekali petani menghubunginya menanyakan alsintan yang telah diusulkan.
“Saya sengaja menarik ulur hingga menunggu semua alsintan datang terlebih dahulu, karena distribusi atau pengiriman tidak secara bersamaan,” ujarnya.
Alsintan yang diserahkan hari ini, demikian Fauzun, jumlahnya mencapai ratusan unit.
Selain traktor roda empat maupun roda dua, pompa air, transplanter (alat mesin tanam), juga ratusan alsintan lain yang diserahkan ke masing-masing perwakilan kelompok tani baik di distrik maupun kampung-kampung.
Jika dihitung, sudah ribuan alsintan diberikan kepada kelompok tani melalui Rumah Aspirasi H. Sulaeman L. Hamzah.

Diakui Fauzun, sering kali banyak persoalan dihadapi yakni adanya konflik di kelompok tani.
“Ini yang selalu kami sampaikan pengelolaan-nya serta penggunaan harus diatur baik,” ujarnya.
Konflik yang terjadi karena kelompok yang lain dilayani, sedangkan lain diabaikan.
Fauzun kembali mengingatkan kepada kelompok tani agar tidak menjual-belikan alsintas.
“Memang saat ini belum ada temuan setelah 2001 silam. Dimana terdapat satu hand-traktor dijual-belikan dan telah ditindaklanjuti,” tegasnya.
Dia berharap alsintan yang diserahkan, dirawat dengan baik.
Ditambahkan, Rumah Aspirasi juga tak pernah memungut sepersen-pun uang dari masyarakat ketika alsintan diberikan .
Khusus alat besar—jika managemen pengelolaan sudah bagus serta ada hasil, lalu dalam kelompok terdapat orang sakit, duka dan ulang tahun kampung, bisa disumbangkan, asalkan se-pengetahuan Rumah Aspirasi.
Dalam waktu dekat, jelasnya, akan dilakukan sidak dan evaluasi terkait tata pengelolaan alsintan.
“Jadi, masyarakat jangan alergi kalau ada staf kami ke lapangan memonitoring peralatan,” katanya.
Bahwa alsintas yang diberikan kepada kelompok tani adalah gratis, namun harus dirawat serta dijaga baik.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun









