Merauke, suryapapua.com– Suatu moment kembali terjadi—bertepatan dengan perayaan misa di Gereja Santa Theresia Buti-Merauke paad Minggu (25/10/2026).
Dimana dalam perayaan yang dipadati ratusan umat Katolik itu, dilangsungkan pelantikan Badan Pengurus Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Theresia Buti periode 2026-2029.
Juga pelantikan beberapa badan pengurus dari lingkungan-lingkungan yang tertunda—tak mengikuti pelantikan minggu lalu.
Semarak perayaan, sekaligus pelantikan pengurus tersebut ditandai juga koor yang sangat hidup dari Lingkungan Cicilia.
Dari pantauan suryapapua.com, sebelum dilakukan pelantikan, Sekretaris DPP Paroki Santa Theresia Buti, Krispinus Palobo membacakan nama-nama pengurus OMK, sekaligus maju dan berjejer di depan altar.
Begitu juga sejumlah pengurus lingkungan yang mengenakan baju warna putih.
Selanjutnya dilantik Pastor Simon Petrus Matruty, sekaligus direciki dengan air berkat.
Untuk struktur kepengurusan OMK Paroki Santa Theresia Buti-Merauke, pelindung (Pastor Simon Petrus Matruty), pengarah, Ketua DPP Paroki Santa Theresia Buti, Isak Layan.
Lalu pendamping OMK yakni Leonita Karolina Apay dan Lousyana Soway Manufandu.
Sedangkan Ketua OMK Paroki Santa Theresia Buti, ‘dinahkodai’ Yustinus Kosmas Sanam.

Wakil Ketua, Vito Lutur Masela, Sekretaris, Ana Maria Salome Kaize dan bendahara, Fransiska Kembiwag Gebze.
Khusus bidang kerohanian dikoordinor Maria Emestina Rahanau dan anggota Noveliana Fasa.
Bidang organisasi dan kaderisasi, Fransiska Maria Goreti Mahuze (koordinator) serta Katarina Debora Gebze (anggota).
Bidang sosial dan kemasyarakatan, Novita Pakaya (koordinator) dibantu dua anggota—Yuliana Gebze serta Yosefta Karetkon.
Bidang minat, bakat dan olahraga dikoordinir, Fidelis Faisal Mahuze dan Abraham Mahuze (anggota).
Bidang komunikasi, informasi dan dokumentasi—coordinator, Asmarita Soputan dibantu dua anggota—Rehila dan Martina Susi Susanti Samkakai.
Ditemui usai perayaan misa, Pastor Simon Petrus Matruty meminta kepada pengurus OMK agar harus selalu menjadi alat Tuhan.
“Itu berarti siap dibentuk oleh Tuhan. Ketika dibentuk, kadang sakit tetapi ujung-ujungnya akan bagus,” ujarnya.
Pastor Matruty mengibaratkan seperti patung yang dipahat manusia dengan dibentuk, diukir serta dilukai tetapi pada waktunya hasil bagus.
“Jadi saya harap kepengurusan OMK Paroki Santa Theresia Buti-Merauke seperti demikian,” pintanya.
Pastor Matruty menegaskan, menjadi alat Tuhan berarti siap dibentuk oleh Tuhan melalui cara-NYA.
Kemudian, siap menjadi alat yang berguna untuk pelayanan kepada orang muda di paroki, sekaligus searah dengan visi gereja yakni mereka menjadi orang muda yang baik dan sehat, baik rohani, mental, fisik dan sehat emosi.
Penulis : Frans Kobun
Editor : Frans Kobun





